
Serangan Israel menghancurkan menara ikonik Gaza City. (New York Times)
JawaPos.com - Israel semakin memperluas serangan militernya ke Gaza City dengan menghancurkan sebuah gedung tinggi yang menjadi landmark kota tersebut pada Jumat (5/9).
Serangan ini terjadi hanya sehari setelah juru bicara militer Israel mengklaim telah menguasai hampir setengah wilayah kota itu.
Mengutip New York Times, meski belum ada perintah evakuasi massal, ratusan ribu warga sipil kini terjebak di reruntuhan bangunan maupun tenda darurat.
Israel sebelumnya sempat memperingatkan penghuni gedung sebelum melancarkan serangan udara yang membuat menara itu luluh lantak, namun jumlah korban jiwa masih belum diketahui.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan perintah evakuasi lewat media sosial dengan kalimat provokatif: “Gerbang neraka sedang dibuka di Gaza City.”
Setelah serangan, ia bahkan mengunggah video runtuhnya menara dengan caption singkat: “Kami sudah mulai.”
Militer Israel menuduh gedung itu digunakan Hamas sebagai pusat intelijen dan operasi militer. Tuduhan ini segera dibantah Hamas, yang menegaskan bahwa Israel justru menargetkan menara hunian padat pengungsi.
Sejak bulan lalu, Israel memang telah mengumumkan rencana memperluas operasi besar-besaran di Gaza City, yang disebut sebagai salah satu benteng terakhir Hamas.
Brigjen Effie Defrin, juru bicara militer, pada Kamis (4/9) menyatakan pasukan Israel telah menguasai 40 persen wilayah kota, termasuk kawasan Zeitoun, Sheikh Radwan, dan Shuja’iyya.
Namun, konsekuensi dari serangan itu kian memperparah kondisi kemanusiaan. Satelit menunjukkan wilayah Zeitoun yang dulunya ramai kini berubah menjadi padang tandus.
Rekaman Reuters memperlihatkan menara yang dihantam rudal runtuh disertai gumpalan asap hitam, sementara tenda-tenda pengungsi mengelilingi lokasi.
Warga Gaza City menggambarkan malam-malam yang terus diteror dentuman serangan udara dan artileri. Ribuan orang kini berpindah ke lingkungan lain yang mereka anggap lebih aman, meski kenyataannya tak ada tempat yang benar-benar terlindungi.
Jika ofensif penuh benar-benar dilakukan, krisis kemanusiaan diperkirakan makin memburuk.
Ratusan ribu pengungsi yang sudah berkali-kali melarikan diri sejak perang dimulai 22 bulan lalu kini kesulitan mencari makanan, air bersih, dan tempat berlindung yang aman.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
