Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 21.38 WIB

Israel Perketat Keamanan Netanyahu dan Pejabat Senior Usai Serangan Mematikan ke Pemimpin Houthi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam rencana Prancis untuk mengakui Negara Palestina sebagai “hadiah bagi terorisme.” (reuters) - Image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam rencana Prancis untuk mengakui Negara Palestina sebagai “hadiah bagi terorisme.” (reuters)

JawaPos.com - Pemerintah Israel dikabarkan meningkatkan pengamanan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. 

Langkah ini diambil menyusul tewasnya sejumlah tokoh penting kelompok Houthi dalam serangan udara Israel di ibu kota Yaman, Sanaa, pekan lalu.

Laporan dari penyiar publik Kan menyebut badan keamanan Shin Bet menerapkan langkah “khusus dan tidak biasa” guna melindungi pejabat senior, mengingat ancaman balasan yang dilontarkan kelompok pemberontak Houthi.

Dalam serangan pada Kamis (29/8), Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi, Perdana Menteri pemerintahan Houthi di Yaman, bersama beberapa menteri lain tewas. 

Israel Defense Forces (IDF) kemudian mengkonfirmasi operasi itu, sementara pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, bersumpah akan meningkatkan serangan balasan terhadap Israel menggunakan rudal dan drone.

“Hari-hari mendatang akan menyaksikan keberhasilan lebih besar dalam menggagalkan upaya musuh Israel,” ujar Abdulmalik dalam pidato yang disiarkan televisi Al-Masirah milik Houthi.

Dilansir via Times of Israel, monflik ini kian memperlebar dampak perang Gaza yang pecah sejak Oktober 2023. Houthi, yang dikenal dekat dengan Iran, berulang kali melancarkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan kapal-kapal yang dianggap terkait dengan kepentingan Israel di Laut Merah.

Dalam rapat kabinet mingguan yang digelar di lokasi rahasia, Netanyahu menepis ancaman Houthi. Ia menegaskan serangan Israel telah memberikan “pukulan mematikan” dengan menewaskan sebagian besar jajaran pemerintahan Houthi.

“Janji mereka menghancurkan Israel tidak akan pernah terwujud. Tapi janji kami untuk menghantam rezim teror sudah terbukti. Ini baru awal dari operasi menargetkan para pejabat senior di Sanaa,” kata Netanyahu.

Situasi makin tegang setelah laporan bahwa Houthi menangkap puluhan orang di Sanaa dengan tuduhan bekerja sama dengan Israel, termasuk sedikitnya 11 staf PBB. 

Sementara itu, perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey melaporkan sebuah kapal tanker berbendera Liberia milik Israel nyaris terkena ledakan proyektil di dekat pelabuhan Yanbu, Arab Saudi. 

Meski kru kapal selamat, insiden ini kembali menimbulkan kekhawatiran akan ancaman Houthi di jalur perdagangan global.

Sejak akhir 2023, Laut Merah menjadi medan konfrontasi baru akibat serangan Houthi terhadap kapal-kapal internasional, menambah ketegangan regional di tengah perang Israel–Hamas dan meningkatnya rivalitas Israel–Iran.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore