
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam rencana Prancis untuk mengakui Negara Palestina sebagai “hadiah bagi terorisme.” (reuters)
JawaPos.com - Pemerintah Israel dikabarkan meningkatkan pengamanan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Langkah ini diambil menyusul tewasnya sejumlah tokoh penting kelompok Houthi dalam serangan udara Israel di ibu kota Yaman, Sanaa, pekan lalu.
Laporan dari penyiar publik Kan menyebut badan keamanan Shin Bet menerapkan langkah “khusus dan tidak biasa” guna melindungi pejabat senior, mengingat ancaman balasan yang dilontarkan kelompok pemberontak Houthi.
Dalam serangan pada Kamis (29/8), Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi, Perdana Menteri pemerintahan Houthi di Yaman, bersama beberapa menteri lain tewas.
Israel Defense Forces (IDF) kemudian mengkonfirmasi operasi itu, sementara pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, bersumpah akan meningkatkan serangan balasan terhadap Israel menggunakan rudal dan drone.
“Hari-hari mendatang akan menyaksikan keberhasilan lebih besar dalam menggagalkan upaya musuh Israel,” ujar Abdulmalik dalam pidato yang disiarkan televisi Al-Masirah milik Houthi.
Dilansir via Times of Israel, monflik ini kian memperlebar dampak perang Gaza yang pecah sejak Oktober 2023. Houthi, yang dikenal dekat dengan Iran, berulang kali melancarkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan kapal-kapal yang dianggap terkait dengan kepentingan Israel di Laut Merah.
Dalam rapat kabinet mingguan yang digelar di lokasi rahasia, Netanyahu menepis ancaman Houthi. Ia menegaskan serangan Israel telah memberikan “pukulan mematikan” dengan menewaskan sebagian besar jajaran pemerintahan Houthi.
“Janji mereka menghancurkan Israel tidak akan pernah terwujud. Tapi janji kami untuk menghantam rezim teror sudah terbukti. Ini baru awal dari operasi menargetkan para pejabat senior di Sanaa,” kata Netanyahu.
Situasi makin tegang setelah laporan bahwa Houthi menangkap puluhan orang di Sanaa dengan tuduhan bekerja sama dengan Israel, termasuk sedikitnya 11 staf PBB.
Sementara itu, perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey melaporkan sebuah kapal tanker berbendera Liberia milik Israel nyaris terkena ledakan proyektil di dekat pelabuhan Yanbu, Arab Saudi.
Meski kru kapal selamat, insiden ini kembali menimbulkan kekhawatiran akan ancaman Houthi di jalur perdagangan global.
Sejak akhir 2023, Laut Merah menjadi medan konfrontasi baru akibat serangan Houthi terhadap kapal-kapal internasional, menambah ketegangan regional di tengah perang Israel–Hamas dan meningkatnya rivalitas Israel–Iran.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
