Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 23.49 WIB

Tragedi Penembakan di Sekolah Katolik Minneapolis: Dua Anak Tewas, 17 Orang Terluka

Penembakan di Minneapolis. (NBC News). - Image

Penembakan di Minneapolis. (NBC News).

JawaPos.com - Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS) diguncang tragedi berdarah ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah anak-anak sekolah Katolik yang tengah mengikuti Misa, Rabu (27/8) pagi waktu setempat. 

Dua anak berusia 8 dan 10 tahun tewas, sementara 17 orang lainnya terluka, 14 di antaranya anak-anak. Polisi memastikan dua korban dalam kondisi kritis namun diperkirakan selamat.

“Ini adalah aksi kekerasan yang disengaja terhadap anak-anak dan jemaat yang sedang beribadah. Kekejaman dan pengecutnya tindakan ini sungguh tak bisa dipahami,” tegas Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O’Hara.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Robin Westman, berusia 20-an, datang dengan persenjataan lengkap: senapan serbu, shotgun, dan pistol. Mengenakan pakaian serba hitam, ia berdiri di luar gereja lalu menembaki anak-anak yang duduk di bangku gereja. 

Westman menembakkan puluhan peluru sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Polisi menemukan lebih banyak senjata di tempat tinggal yang terkait dengannya.

FBI menyatakan tengah menyelidiki kemungkinan penembakan ini sebagai aksi terorisme atau kejahatan bermotif kebencian terhadap umat Katolik. 

Direktur FBI Kash Patel menegaskan, “Kami memperlakukan kasus ini sebagai dugaan hate crime yang menyasar komunitas Katolik.”

Wali Kota Minneapolis Jacob Frey memperingatkan agar tragedi ini tidak dijadikan bahan untuk menyerang kelompok minoritas tertentu. 

“Siapa pun yang menggunakan peristiwa ini untuk memusuhi komunitas trans atau kelompok lainnya telah kehilangan rasa kemanusiaan,” katanya.

Kesaksian anak-anak menambah pilu suasana. Weston Halsne, murid kelas lima, menceritakan bahwa temannya tertembak saat berusaha melindunginya. 

“Tembakan itu tepat di samping saya. Saya bahkan merasakan bubuk mesiu di leher saya,” ujarnya kepada CBS News.

Paus Leo XIV, Paus pertama asal Amerika Serikat, menyebut penembakan ini sebagai tragedi mengerikan dan menyatakan doa bagi para korban. Presiden Donald Trump juga menyebut insiden ini sebagai situasi yang mengerikan dan memastikan FBI serta Gedung Putih terus memantau.

Tragedi ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Amerika. Menurut K-12 School Shooting Database, insiden di Minneapolis merupakan penembakan sekolah ke-146 sejak Januari tahun ini. 

Namun, perdebatan soal pembatasan kepemilikan senjata api masih menemui jalan buntu akibat penolakan dari kelompok konservatif.

Seorang warga sekitar, Bill Bienemann, masih terkejut mengingat suara tembakan yang bertubi-tubi. “Saya tidak percaya itu suara senapan. Tembakannya begitu banyak, sporadis,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore