
Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Oval Office, White House, Washington, Senin (18/8). (cdn.abcotvs.com)
JawaPos.com–Ketika konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut, fokus bergeser ke kemungkinan garansi keamanan yang didukung Amerika Serikat (AS). Skema ini dipandang sebagai potensi terobosan yang bisa mengakhiri konflik berkepanjangan tersebut.
Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan jaminan keamanan ala AS? Apakah AS serius?
Dalam pertemuan antara Presiden AS Trump dan Presiden Rusia Putin di Alaska, muncul titik terang, Rusia menyetujui secara prinsip bahwa AS dapat memberikan perlindungan ala Pasal 5 NATO untuk Ukraina. Sebuah langkah yang disebut sangat bersejarah oleh utusan AS Steve Witkoff.
Pasal 5 NATO adalah tulang punggung keamanan NATO. Bahwa, jika satu anggota NATO diserang, itu dianggap serangan terhadap seluruh aliansi. Poin ini muncul kembali ketika Trump bertemu Zelenskyy di Washington, yang menyatakan, bahwa mereka telah membahas garansi atau jaminan keamanan. Nanti disediakan jaminan keamanan oleh berbagai negara Eropa dalam koordinasi dengan Amerika Serikat.
Elemen-Elemen Jaminan Keamanan yang Sejauh Ini Telah Dibahas
Meskipun detail teknis belum dirilis, beberapa poin utama telah muncul. Di antaranya penempatan pasukan Eropa. Trump menyebutkan, negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, kemungkinan akan menempatkan pasukan di Ukraina, tanpa kehadiran pasukan AS di darat.
Ide penempatan coalition of the willing atau koalisi sukarela ini dilandasi gagasan untuk disiplin bersama pascakesepakatan perdamaian. Di Paris, Zelenskyy menyatakan bahwa dukungan AS sangatlah penting.
”Jika AS terlibat, kita bisa memiliki kontingen yang lebih besar,” tutur Zelenskyy.
Presiden Prancis Macron menegaskan, jaminan keamanan ideal mencakup pasukan penenang (reassurance force) di darat, udara, dan laut.
Meski beberapa negara Eropa menyatakan komitmen, analis militer Sean Bell menyuarakan keraguan. Menurut Sean Bell, diperlukan hingga 100.000 pasukan perdamaian agar cukup untuk menjadi efek deterrence (pencegah atau penangkal). Belum termasuk kapal, jet tempur, dan dukungan logistik yang kuat.
Bahkan, Pemerintah Ukraina juga menilai, bahwa pasukan Eropa saja tidak memadai. Seperti dikatakan Zelenskyy kepada Sky News.
”Itu akan menjadi kesalahan besar menempatkan pasukan Inggris, Prancis, dan sekutu lain tanpa melibatkan AS akan memberi keuntungan bagi Rusia,” beber Zelenskyy.
Dia menekankan pentingnya keterlibatan Amerika Serikat agar jaminan keamanan benar-benar kredibel. Seain itu, mendirikan zona demiliterisasi (DMZ), dengan pembatasan artileri berat minimal 40 kilometer dari garis depan, juga menjadi opsi yang dibahas.
Inisiatif alternatif yang semakin mendapat perhatian adalah European Sky Shield. Yakni, zona pertahanan udara yang dikontrol pesawat tempur Eropa, seperti F-16, Typhoon, Rafale, dan Eurofighter, dilengkapi radar canggih, dan drone pengintai.
Tujuannya, melindungi wilayah udara Ukraina dari serangan rudal jelajah dan drone Rusia, tanpa konfrontasi langsung dengan jet Rusia. Sehingga, dinilai bisa lebih efektif daripada pengerahan 10.000 pasukan darat serta mengurangi risiko eskalasi, asalkan ada regulasi misi yang jelas dan ditunjang kemampuan intelijen dan elektronik perang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
