
Ilustrasi perdagangan orang. (Istimewa).
JawaPos.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan adanya WNI yang meninggal dunia di Kamboja usai dirawat di rumah sakit setempat. WNI tersebut didiagnosis overdosis obat.
WNI tersebut diketahui atas nama Nazwa Aliya (NA), warga Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia memutuskan untuk pergi ke Kamboja tanpa sepengetahuan keluarganya.
Direktur Perlindungan WNI, Kemlu, Judha Nugraha mengamini jika pihaknya bersama KBRI Phnom Penh telah menangani kasus tersebut. Kasus ini berawal dari pengaduan keluarga NA ke Kemlu pada Mei 2025 lalu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada 31 Mei 2025, Kemlu telah berkomunikasi langsung melalui video call dengan NA. Dalam penjelasannya, NA mengatakan, bahwa ia meninggalkan Indonesia atas keinginannya sendiri. Alasannya, karena sedang ada permasalahan keluarga.
Diperoleh informasi pula, jika kepergiannya saat itu dilakukan bersama seorang warga negara Inggris yang merupakan kenalan keluarga sejak di Indonesia.
"Selama di Kamboja, NA tidak bekerja. Berdasarkan asesmen yang dilakukan, saat itu NA dalam kondisi baik, memiliki kebebasan bergerak, serta tidak menerima ancaman maupun kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak kriminal atau TPPO," tutur Judha di Jakarta, Kamis (21/8).
Saat itu, kata dia, tim Kemlu juga telah menawarkan upaya mediasi untuk NA dengan keluarga. Akan tetapi, ia menolak dan meminta pemerintah menghormati pilihannya. Ia menyatakan, dirinya sudah dewasa dan dapat mengambil keputusan sendiri. termasuk, bepergian secara legal.
"Upaya penanganan ini telah disampaikan Kemlu kepada pihak keluarga di Indonesia," jelasnya.
Beberapa bulan berlalu, Kemlu tiba-tiba mendapat informasi bahwa NA tengah menjalani perawatan di RS Rujukan Siem Reap pada 8 Agustus 2025. Tiga hari berselang, disampaikan bila kondisi NA memburuk hingga koma. Sampai akhirnya, pada 12 Agustus 2025 pukul 10.20 waktu setempat, ia dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, jenazah NA telah dibawa ke funeral house di Phnom Penh untuk proses lebih lanjut.
"Berdasarkan keterangan resmi rumah sakit dan Kepolisian Kamboja, Almarhumah meninggal akibat overdosis obat yang menyebabkan komplikasi dan hepatitis akut (keracunan pada liver, red)," papar Judha.
Merespons berita tersebut, perwakilan Kemlu telah mendatangi rumah orang tua NA di Deli Serdang untuk menyampaikan dukacita. Tim juga menyampaikan langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan. Salah satunya, menyampaikan nota diplomatik kepada otoritas Kamboja untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa overdosis yang dialami NA.
"Kemlu melalui KBRI Phnom Penh akan terus berkoordinasi dengan otoritas Kamboja dan keluarga guna memastikan penanganan terbaik bagi Almarhumah," pungkasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
