
Kematian Zara Qairina memunculkan gerakan publik dengan tagar #JusticeForZara. Kini, muncul informasi hoaks terkait kematiannya. (EPA)
JawaPos.com - Kasus kematian Zara Qairina Mahathir, siswi 13 tahun asal Papar, Sabah, Malaysia, yang ditemukan tak sadarkan diri di sebuah drainase dekat asrama sekolahnya, kini memasuki babak baru.
Di tengah penyelidikan resmi, publik justru digegerkan oleh munculnya klaim palsu yang beredar di media sosial.
Seorang pengguna TikTok secara terbuka mengaku sebagai ahli bedah yang terlibat dalam pemeriksaan post-mortem Zara. Ia bahkan mengklaim hadir langsung saat proses autopsi dilakukan pada 10 Agustus lalu.
Dalam siaran langsung di platform itu, pria tersebut menyampaikan sejumlah detail yang seolah-olah benar, hingga membuat masyarakat percaya. Sayangnya, klaim ini tak lebih dari rekayasa belaka.
Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Fahmi Fadzil mengungkapkan bahwa Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) bersama Polisi Diraja Malaysia (PDRM) kini sedang melacak identitas pria tersebut.
“Individu ini bukan pakar forensik, bukan juga staf Kementerian Kesehatan. Semua informasi yang dibagikannya adalah palsu,” tegas Fahmi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (16/8).
Dikutip dari Bernama via The Stars, kabar hoaks itu dipastikan lewat laporan resmi Wakil Direktur Jenderal Kesehatan (Medis), Datuk Dr Nor Azimi Yunus, yang memperoleh data dari tim forensik yang menangani langsung kasus Zara.
Kepala tim forensik pun membantah keras keterlibatan pria tersebut, memastikan bahwa tidak ada dokter luar yang terlibat selain tim resmi yang ditugaskan.
Namun, kebohongan itu telanjur menyebar luas. Konten TikTok tersebut sempat viral, memicu spekulasi liar, dan memperkeruh suasana.
Setelah mendapat sorotan, akun pelaku langsung diprivasi sehingga menyulitkan aparat untuk menghubunginya.
Fahmi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi di media sosial yang tidak memiliki sumber jelas. Ia menegaskan, penyebaran berita bohong bukan perkara sepele.
Di bawah hukum Malaysia, pelanggaran ini bisa dikenakan denda hingga RM 500.000 jika terbukti bersalah.
Kasus Zara Qairina sendiri sudah menimbulkan gelombang emosi publik. Remaja itu ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri pada 16 Juli 2024, sekitar pukul 4 pagi, di drainase dekat asrama Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Tun Datu Mustapha, Papar.
Ia kemudian dilarikan ke Hospital Queen Elizabeth, Kota Kinabalu, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 17 Juli.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
