
Paus Orca atau killer whale. (American Oceans)
JawaPos.com - Paus orca, yang populer disebut killer whale atau paus pembunuh, kerap digambarkan sebagai penguasa samudra.
Meski namanya terdengar menakutkan, orca sejatinya adalah anggota terbesar keluarga lumba-lumba (Delphinidae), bersama berbagai spesies lumba-lumba dan paus bergigi lainnya.
Paus orca viral belakangan karena hoaks video AI yang dikabarkan membunuh pelatihnya bernama Jessica Radcliffe.
Video paus orca memangsa manusia di pusat hiburan dan pelatihan lumba-lumba itu merupakan scene yang dibuat oleh kecerdasan buatan atau AI.
Terlepas dari video hoaks yang banyak beredar terkait paus orca, mamalia laut tersebut dikenal sebagai predator puncak.
Diolah dari berbagai sumber, paus orca juga memiliki wilayah jelajah terluas di antara semua mamalia laut cetacea, mulai dari perairan kutub yang membeku hingga lautan tropis yang hangat, termasuk Indonesia.
Ciri fisik orca mudah dikenali: tubuh hitam di bagian atas, putih di bagian bawah, bercak putih di dekat mata, serta saddle patch abu-abu atau putih di belakang sirip punggung. Uniknya, pola ini berbeda pada tiap individu.
Orca hidup dalam kelompok keluarga yang disebut pod, beranggotakan beberapa hingga puluhan ekor. Ikatan antaranggota sangat kuat, biasanya berasal dari garis keturunan ibu.
Mereka berkomunikasi lewat klik, siulan, dan nada tinggi, bahkan setiap pod punya 'dialek' khas yang diwariskan secara turun-temurun.
Menu makan orca bervariasi tergantung wilayah. Ada yang spesialis pemakan ikan seperti salmon, ada pula yang memburu anjing laut, lumba-lumba, hingga cumi-cumi. Perburuan dilakukan berkelompok dengan strategi terorganisir layaknya 'serigala laut'.
Menariknya lagi, meski identik dengan Alaska, Norwegia, atau Antartika, orca tak jarang menampakkan diri di laut tropis.
Di Indonesia, kemunculannya pernah tercatat di Alor dan Flores Timur (NTT), Anambas (Kepulauan Riau), Uluwatu (Bali), Maratua (Kalimantan Timur), Teluk Manado (Sulawesi Utara), Raja Ampat (Papua Barat Daya, dan Biak (Papua).
Tahun 2023, dunia maya dihebohkan oleh video penyelam yang merekam tujuh ekor orca di perairan Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Momen itu memperlihatkan gerakan anggun mereka di bawah laut tropis.
Catatan ilmiah terbaru datang pada Januari 2025, ketika Konservasi Indonesia dan Conservation International mendokumentasikan orca di Important Marine Mammal Area (IMMA) Kaimana, Papua Barat.
Publikasi pada 10 Januari 2025 menyebut orca terlihat berinteraksi dengan kapal perikanan bagan apung di wilayah tersebut.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
