
Ribuan perempuan dari berbagai organisasi masyarakat dan komunitas berkumpul dalam aksi damai bertajuk One Million Women for Gaza yang digelar pada Minggu, 6 Juli 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Seorang pemuda asal Florida, Sayfollah Musallet, 20, tewas secara brutal setelah dikeroyok oleh sekelompok pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Keluarganya kini menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas kematiannya.
"Ini bukan sekadar tragedi, ini pembantaian. Dan Saif adalah warga negara Amerika," tegas keluarga dalam pernyataan mereka.
Saif, sapaan akrab Sayfollah, tengah mengunjungi keluarganya di Palestina saat insiden terjadi pada Jumat lalu. Menurut pihak keluarga, pemukim Israel mengepung dan menganiayanya selama lebih dari tiga jam.
Bahkan, mereka disebutkan menyerang para petugas medis yang berusaha memberikan pertolongan. "Saif adalah sosok muda yang baik, pekerja keras, dan sangat dihormati. Dia tengah membangun masa depannya. Ini adalah mimpi buruk dan ketidakadilan yang tak seharusnya dialami oleh siapa pun," tulis keluarga dalam pernyataan pedih itu.
Mengutip Al-Jazeera, keluarga Saif mendesak Departemen Luar Negeri AS untuk memimpin investigasi secara langsung dan menuntut pertanggungjawaban para pelaku. "Kami menuntut keadilan. Amerika harus bertindak sekarang," lanjut mereka.
Namun sejarah mencatat, pemerintah AS kerap menutup mata. Sudah sembilan warga AS dibunuh oleh pasukan atau pemukim Israel sejak 2022, termasuk jurnalis Al Jazeera yang juga warga AS, Shireen Abu Akleh. Tak satu pun kasus berujung pada dakwaan pidana.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS hanya memberikan pernyataan standar: "Kami siap memberikan layanan konsuler. Keselamatan warga AS adalah prioritas kami".
Namun ketika ditanya lebih lanjut, mereka menolak memberikan detail dengan alasan privasi keluarga korban. Komite Anti-Diskriminasi Arab-Amerika (ADC) mengecam keras respons dingin pemerintah AS.
"Pemukim Israel mengeroyok Sayfollah Musallet sampai mati, sementara pejabat AS memilih bungkam," kata mereka dalam pernyataan resmi.
"Sayfollah lahir dan besar di Florida. Ia dibunuh saat menolak perampasan tanah ilegal," lanjut pernyataan tersebut.
Kelompok American Muslims for Palestine (AMP) bahkan mempertanyakan integritas politik para pemimpin AS. “Apakah ‘America First’ hanya berlaku untuk warga AS non-Palestina? Apakah hidup seorang warga Palestina-Amerika tak ada harganya?” sindir mereka.
Namun mereka juga menegaskan bahwa keadilan tak boleh bergantung pada status kewarganegaraan. "Mari kita perjelas: apakah dia warga AS atau tidak, setiap pembunuhan yang dilakukan rezim ini harus dikutuk dan dihukum!"
Amerika Serikat diketahui memberikan miliaran dolar bantuan militer ke Israel setiap tahun, serta terus menggunakan hak vetonya untuk melindungi Israel dari kecaman internasional, termasuk di Dewan Keamanan PBB.
Kini pertanyaannya: setelah Sayfollah Musallet dipukuli hingga tewas, apakah AS akan tetap bungkam? Atau akhirnya berani memihak pada keadilan, meski harus menegur sekutunya sendiri?

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
