Presiden Lee Jae Myung memberikan pidato, menandai 30 hari pertamanya menjabat (Dok. Joint Press Corps)
JawaPos.com - Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menekankan pentingnya meningkatkan hubungan antar-Korea melalui dialog. Ia dengan tegas memperingatkan bahwa pemutusan komunikasi sepenuhnya dengan Korea Utara akan menjadi "tindakan bodoh."
Pernyataan itu disampaikan Presiden Lee pada konferensi pers yang menandai 30 hari pertama masa jabatannya pada Kamis (3/7), bertempat di Yeongbingwan, aula penerimaan kenegaraan Cheong Wa Dae. Dalam kesempatan itu, Lee menggarisbawahi pentingnya membina perdamaian di Semenanjung Korea melalui keterlibatan berkelanjutan dengan Korea Utara.
"Dialog, komunikasi, dan kerja sama sangat penting. Bahkan di masa perang, diplomasi terus berlanjut. Kita harus bersedia mendengarkan, bahkan jika kita tidak menyukai pihak lain," katanya kepada wartawan.
Pernyataan presiden liberal itu muncul di tengah kondisi hubungan antar-Korea yang berada pada titik terburuknya dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipicu oleh sikap garis keras yang didorong oleh presiden pendahulunya yang konservatif, Yoon Suk Yeol.
Dikutip dari Korea Times, Lee juga menyoroti tanggapan terkini dari Korea Utara mengenai penghentian siaran propaganda melalui pengeras suara sebagai tanda yang menggembirakan. Korea Selatan menghentikan siaran ke Korea Utara pada 11 Juni, dan Korea Utara pun menghentikan siarannya sendiri pada hari berikutnya.
"Ketika kami memutuskan untuk menghentikan semua siaran pengeras suara anti-Korea Utara di dekat perbatasan, saya benar-benar khawatir bahwa mungkin tidak akan ada tanggapan sama sekali. Namun, reaksi mereka datang dengan cepat, lebih cepat dan lebih positif dari yang diharapkan," ujar Lee.
Menegaskan kembali komitmen konstitusional Korea Selatan terhadap reunifikasi damai, Lee mencatat bahwa seruan terbuka untuk reunifikasi saat ini dapat disalahartikan oleh Korea Utara sebagai tuntutan untuk tunduk atau diserap.
"Itulah sebabnya beberapa pihak mengusulkan perubahan nama untuk Kementerian Unifikasi. Tidak ada negara yang ingin diserap secara paksa."
Lee kembali menekankan perlunya keterlibatan yang berkelanjutan dan jangka panjang dengan Korea Utara.
Ia menambahkan bahwa ia telah membahas masalah tersebut dengan Kantor Keamanan Nasional dan Badan Intelijen Nasional. "Saya akan menyampaikan hasilnya ketika waktunya tepat."

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
