Foto yang dirilis IDF memperlihatkan kondisi fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang hancur usai serangan udara pada Sabtu 21 Juni 2025. (The Jerusalem Post)
JawaPos.com - Di tengah kegelapan dini hari Iran, langit di atas Pegunungan Zagros tiba-tiba menyala. Ledakan menggema, menandai dimulainya salah satu operasi militer paling dramatis dalam konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran pada Minggu (22/6).
Nama operasinya terdengar seperti judul film perang: Midnight Hammer. Tapi ini jelas bukan judul karya fiksi.
Tujuh pembom siluman B-2 Spirit milik Angkatan Udara AS melintasi ribuan kilometer, ditemani rudal Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perang di perairan selatan Iran. Target mereka jelas: memukul jantung program nuklir Iran, situs Fordow, Isfahan, dan Natanz.
Donald Trump dengan cepat muncul di media, menyebut serangan ini sebagai “penghancuran total” fasilitas nuklir Iran. Namun, ketika debu mulai mereda dan citra satelit muncul, klaim tersebut goyah.
Fordow, target utama, bukan fasilitas biasa. Ia terkubur di kedalaman 90 meter, dilindungi oleh lapisan batu kapur dan dolomit yang tebal. Para ahli menyebutnya sebagai “benteng bawah tanah”.
Dan benar saja, mengutip Guardian, meski belasan bom penghancur bunker seberat 13 ton menghantam area tersebut, struktur utama Fordow tetap berdiri. Tidak ada keruntuhan total. Tidak ada radiasi yang bocor.
Sumber dari Israel bahkan mengakui bahwa meskipun serangannya berhasil merusak infrastruktur, Fordow belum musnah. Sementara Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan secara terbuka bahwa mereka tidak bisa memastikan seberapa parah kerusakan di bawah tanah.
Isfahan dan Natanz: Efek Tambahan yang Belum Menentu
Sementara itu, Isfahan, rudal jelajah menghantam pusat teknologi nuklir. Beberapa bangunan hancur, termasuk fasilitas produksi batang bahan bakar.
Namun, menurut laporan IAEA, tidak ada uranium yang diperkaya tinggi di lokasi tersebut, hanya bahan dasar yang relatif tidak berbahaya.
Sementara itu di Natanz, situs yang sebelumnya pernah diserang oleh Israel, serangan terbaru tampaknya menargetkan bagian bawah tanah tempat pengayaan uranium dilakukan.
Citra satelit menunjukkan kawah dan kerusakan bangunan di permukaan, tetapi seperti di Fordow, belum jelas dampaknya terhadap sistem sentrifugal di bawah tanah.
Tapi, yang paling mencengangkan, serangan besar ini tidak menimbulkan korban jiwa. Iran mengklaim bahwa fasilitas-fasilitas tersebut telah dikosongkan sebelumnya, mungkin karena mereka telah mencium rencana serangan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
