
Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)
JawaPos.com – Iran secara resmi mengonfirmasi peluncuran rudal hipersonik Fattah-1 ke arah Israel di tengah konflik kedua negara yang terus memanas.
Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyebut rudal ini sebagai senjata utama untuk menembus pertahanan Israel, dan mengklaim bahwa kecepatan serta manuvernya mampu menghindari sistem seperti Iron Dome dan Arrow.
“Fattah-1 merupakan rudal hipersonik pertama kami. Kecepatan, akurasi, dan kemampuan manuvernya di tengah penerbangan menjadikannya senjata yang sulit dihadang,” kata juru bicara IRGC, seperti dikutip dari First Post, Rabu (18/6).
Adapun Fattah-1 pertama kali diperkenalkan pada 2023 dan namanya diberikan langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Saat peluncurannya, sebuah spanduk besar terpampang di Teheran dengan tulisan berbahasa Ibrani yang menyatakan, “400 detik ke Tel Aviv.”
Pernyataan ini menyimbolkan jarak waktu yang dibutuhkan rudal tersebut untuk mencapai ibu kota Israel, menunjukkan ambisi Iran dalam menguasai kecepatan serangan presisi.
Secara teknis, rudal ini menggunakan bahan bakar padat dan sistem pendorong satu tahap, dengan jangkauan hingga 1.400 kilometer. Iran mengklaim kecepatannya mencapai Mach 5 atau sekitar 6.100 km per jam.
Lebih lanjut, menurut Iran Watch, rudal ini dirancang untuk mampu melewati pertahanan udara canggih dengan kepala ledak yang dipasang pada manoeuvrable reentry vehicle.
Sebuah teknologi yang memungkinkannya mengubah arah saat memasuki atmosfer untuk menghindari intersepsi.
Namun, belum semua pakar yakin bahwa rudal tersebut benar-benar digunakan. Trevor Ball, mantan teknisi amunisi Angkatan Darat AS, mengatakan keraguannya kepada CNN.
“Iran mempertaruhkan banyak jika mereka benar-benar meluncurkannya. Jika gagal, Israel akan mendapatkan data intelijen penting. Mereka bisa saja mengklaim penggunaannya demi propaganda tanpa risiko nyata,” ujar Trevor.
Sebelumnya, puluhan rudal Fattah dilaporkan telah ditembakkan ke Yerusalem pada 1 Oktober 2024. Namun peluncuran terbaru ini menjadi yang pertama kali dalam eskalasi konflik yang saat ini berlangsung.
Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa serangannya terhadap Iran bertujuan untuk menghentikan ambisi nuklir negara tersebut.
Setidaknya 224 warga Iran dilaporkan tewas dalam serangan Israel, sementara Iran telah menembakkan sekitar 400 rudal dan meluncurkan ratusan drone ke Israel, yang mengakibatkan 24 kematian dan lebih dari 500 luka-luka di pihak Israel.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Ayatollah Khamenei bahwa AS mengetahui keberadaannya, namun menyatakan bahwa saat ini “belum ada rencana” untuk menghabisinya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
