
Detik-detik mencekam reporter TV Iran dihantam rudal saat sedang siaran langsung. (1News)
JawaPos.com-Dunia dikejutkan oleh sebuah serangan mematikan yang menggambarkan eskalasi brutal rezim Zionis. Sebuah rudal Israel menghantam markas jaringan berita milik pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), di jantung Teheran, saat siaran langsung tengah berlangsung.
Dalam tayangan yang kini viral dan mengguncang hati jutaan orang, seorang anchor perempuan yang tengah mengudara sontak terdiam saat dentuman keras terdengar. Sekejap kemudian, asap mengepul dari langit-langit studio, reruntuhan berjatuhan, dan dengan wajah panik, dia hanya sempat berteriak Allah Hu sebelum berlari menyelamatkan diri.
Suara teriakan panik dari kru lain terdengar jelas dari balik layar, menandai detik-detik mencekam yang nyaris merenggut nyawa para jurnalis di tempat itu.
Serangan biadab ini terjadi hanya satu jam setelah militer Israel (IDF) mengeluarkan peringatan dalam bahasa Farsi kepada warga Distrik 3 Teheran untuk mengungsi, wilayah elit yang mencakup pusat media nasional, rumah sakit besar, hingga markas polisi utama.
Namun serangan itu tetap dilancarkan, menghantam pusat penyebaran informasi rakyat Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan sempat melontarkan ancaman keji yang kini dianggap sebagai pengantar serangan.
“Televisi dan radio milik Iran akan segera lenyap," kata dia.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer besar Israel bertajuk Operation Rising Lion, yang diumumkan sejak 13 Juni dan menyasar infrastruktur nuklir serta sistem pertahanan Iran. Namun kini, batasan antara target militer dan sipil telah dilewati secara terang-terangan, termasuk media.
Iran langsung mengecam keras serangan ini, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan upaya pembungkaman suara rakyat.
Pasca serangan, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang menyerukan evakuasi warga Tel Aviv, menandai kemungkinan aksi balasan besar yang tak terelakkan.
“Israel tidak hanya menyerang militer kami, tetapi juga membungkam suara rakyat dan menghancurkan alat penyampai kebenaran. Ini adalah kejahatan perang,” ujar juru bicara IRGC.
Terkait hal tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi juga mengecam tindakan rezim Zionis. Dalam pertemuan dengan awak media di kediaman pribadinya di Jakarta, Senin (17/6), ditampilkan juga kejadian mengerikan di kantor berita Iran itu kepada awak media.
Dia mengatakan serangan bersenjata dan terlarangan yang dilakukan rezim Zionis tidak hanya menyerang Iran, namun juga menjadi ancaman serius bagi perdamaian internasional.
"Serangan bersenjata dan terlarangan Zionis terhadap Iran bukan hanya serangan terhadap Iran, namun juga serangan terhadap seluruh sistem PBB dan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," kata Dubes Boroujerdi saat konvensi pers tentang perkembangan terkini area Timur Tengah.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
