Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 02.07 WIB

Israel Diam-Diam Bangun Dua Pangkalan Rahasia di Irak untuk Serang Iran, Warga Sipil dan Tentara Jadi Korban

Ilustrasi Israel diam-diam bangun pangkalan militer di Irak. (Times of Israel) - Image

Ilustrasi Israel diam-diam bangun pangkalan militer di Irak. (Times of Israel)

JawaPos.com - Israel dilaporkan membangun dua pangkalan rahasia di wilayah gurun Irak untuk mendukung operasi militernya melawan Iran. Keberadaan fasilitas militer tersembunyi itu disebut memicu kematian seorang warga sipil dan seorang tentara Irak demi menjaga operasi tetap tertutup rapat.

Laporan investigasi The New York Times pekan lalu menyebut pangkalan tersebut digunakan dalam perang Israel-Iran pada Juni 2025 hingga konflik terbaru tahun ini. Sebelumnya, The Wall Street Journal mengungkap Israel memiliki satu pangkalan di gurun barat Irak yang dipakai dalam perang gabungan AS-Israel melawan Iran sejak akhir Februari lalu.

Belakangan, analis intelijen sumber terbuka menemukan dugaan landasan udara darurat di dasar danau kering sekitar 180 kilometer barat daya Kota Karbala. Namun, pejabat Irak mengatakan kepada The New York Times bahwa Israel ternyata mengoperasikan satu pangkalan lain di lokasi tersebut.

Menurut seorang pejabat regional, Israel mulai membangun fasilitas itu sejak akhir 2024. Laporan tersebut juga menyebut Amerika Serikat mengetahui keberadaan pangkalan tersebut, meski kini disebut sudah tidak lagi beroperasi.

Pangkalan rahasia itu diduga memiliki fungsi strategis penting bagi militer Israel. Selain memangkas waktu penerbangan menuju Iran, fasilitas tersebut dipakai untuk dukungan logistik, perawatan medis, hingga menempatkan pasukan khusus dan tim pencarian serta penyelamatan bagi pilot Israel yang kemungkinan ditembak jatuh.

Hingga kini, militer Israel atau IDF belum memberikan komentar terkait laporan tersebut. Irak sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Laporan itu juga mengungkap bagaimana aktivitas mencurigakan di gurun Irak sebenarnya sempat terdeteksi warga lokal. Komunitas Badui di wilayah gurun barat Irak disebut berulang kali melaporkan adanya pergerakan aneh kepada otoritas militer Irak.

Namun, tentara Irak memilih memantau dari kejauhan dan meminta informasi kepada Amerika Serikat. Meski menjadi sekutu Baghdad, Washington disebut tidak memberikan informasi rinci.

The New York Times juga melaporkan bahwa AS meminta Irak mematikan radar pertahanannya untuk melindungi pergerakan pesawat Amerika. Situasi berubah tragis pada 3 Maret ketika seorang penggembala Badui bernama Awad al-Shammari tewas setelah tanpa sengaja menemukan pangkalan tersebut.

Sepupu korban mengatakan Al-Shammari ditembak helikopter Israel saat sedang menuju kota terdekat untuk membeli kebutuhan pokok.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore