Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 15.51 WIB

Tahap Pertama Pertukaran 390 Tahanan Ukraina dan Rusia Berhasil, Menandai Babak Awal Tukar '1.000 untuk 1.000'

Sepasang suami istri yang kembali bertemu di wilayah Chernyhiv, Ukraina, Jumat (23/5). (Efrem Lukatsky/Foto AP) - Image

Sepasang suami istri yang kembali bertemu di wilayah Chernyhiv, Ukraina, Jumat (23/5). (Efrem Lukatsky/Foto AP)

JawaPos.com - Rusia dan Ukraina baru saja menyelesaikan tahapan pertama pertukaran tahanan berskala besar yang diperkirakan akan melibatkan hingga 1.000 orang per pihak.

Dikutip JawaPos.com dari laman Al Jazeera, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, pada hari Jumat (23/5) mengatakan bahwa masing-masing negara melepas 390 tahanan, terdiri dari 270 personel militer dan 120 warga sipil.

Jumlah ini masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan, seiring kelanjutan tahap berikutnya yang diharapkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu.

Sebelum proses penukaran, pihak berwenang Ukraina mengundang wartawan ke Chernihiv untuk menyaksikan momen para tahanan tiba.

Keluarga prajurit yang menunggu langsung memadati area, banyak di antaranya membawa foto dan spanduk. Para prajurit Ukraina yang baru saja dibebaskan tampak emosional saat bertemu kembali dengan keluarga dan rekan mereka.

Peristiwa ini menandai keberhasilan tahap awal pertukaran tahanan "1.000 untuk 1.000". Pertukaran itu diinisiasi dalam pembicaraan langsung antara kedua negara di Turki baru-baru ini.

Sementara itu, dari sisi Rusia, Kementerian Pertahanan Rusia merilis video yang menunjukkan para prajuritnya di lokasi rahasia di Belarus.

Mereka berjajar rapi, mengenakan seragam yang relatif bersih, dan tampak lega saat difilmkan oleh tim pers militer Rusia.

Laporan resmi menyebutkan bahwa para tahanan Rusia juga telah dibawa ke Belarus untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

Dukungan internasional mengalir deras, termasuk dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam unggahan di media sosial, ia menyebut langkah ini sebagai sinyal positif yang "dapat menghasilkan sesuatu yang besar" dalam upaya meredakan ketegangan.

Tetapi hingga kini, belum ada kepastian perihal gencatan senjata jangka panjang, padahal invasi penuh Rusia sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Pembicaraan yang telah dilakukan kedua negara langsung di Istanbul pekan lalu menjadi pertemuan pertama antara delegasi keduanya sejak perang berlangsung.

Meski demikian, diskusi berdurasi dua jam itu belum membuahkan kesepakatan terkait penghentian permusuhan.

Ukraina telah menyatakan kesediaannya untuk menerima gencatan senjata selama 30 hari, sedangkan Rusia menegaskan tidak akan melakukannya kecuali jika persyaratan tertentu terpenuhi. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore