Kim Young Ja di SD Deokdo (Dok. Sekolah Dasar Deokdo)
JawaPos.com - Ketika seseorang sudah berusia di atas 60 tahun, kebanyakan orang sudah memasuki masa pensiun. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Kim Young Ja karena ia baru masuk kelas satu SD saat berusia 71 tahun.
Kim Young Ja baru-baru ini memulai tahun pertamanya di SD Deokdo di provinsi Gyeonggi, Korea Selatan.
Menurutnya, ini merupakan impian seumur hidup yang akhirnya terwujud, setelah berpuluh-puluh tahun tidak mendapat kesempatan mengenyam pendidikan karena kemiskinan dan stigma sosial.
Saat masih kecil, Kim tidak dapat bersekolah karena kesulitan keuangan dan kepercayaan luas di masyarakat pedesaannya, bahwa pendidikan tidak diperlukan bagi anak perempuan.
"Saya selalu iri, dengan anak-anak yang mengenakan seragam sekolah dan membawa buku. Sekarang, akhirnya saya bisa menjadi salah satu dari mereka," kata Kim Young Ja.
Penerimaannya menandai pertama kalinya dalam sejarah sekolah di Korea Selatan, bahwa seseorang seusianya bergabung sebagai siswa.
Meskipun ada kekhawatiran awal tentang stamina fisiknya, dan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di antara teman-teman sekelasnya yang jauh lebih muda.
Pimpinan sekolah dengan suara bulat mendukung penerimaannya, memuji tekadnya yang tidak tergoyahkan dan inspirasi yang dibawanya ke dalam kelas.
Para guru telah membuat penyesuaian kecil untuk membantunya beradaptasi, dan teman-teman sekelasnya menyambutnya dengan hangat.
Setiap pagi, Kim Yong Ja datang 30 menit lebih awal untuk melihat buku bergambar dan berlatih membaca.
Dengan dukungan dari guru-guru dan teman sekelasnya, ia mulai membaca kata-kata sederhana dan secara aktif mengikuti semua kegiatan sekolah, mulai dari kunjungan lapangan hingga memulai percakapan saat di kantin.
"Mimpi saya adalah belajar, dan sekarang saya bisa melakukannya. Saya berterima kasih kepada para guru dan anak-anak, yang menerima saya seperti keluarga," kata Kim.
Untuk memudahkan transisinya, SD Deokdo telah menciptakan lingkungan belajar yang dipersonalisasi untuknya, mengajarkan budaya saling menghormati, dan hubungan antar generasi di antara para siswa.
"Kim adalah panutan bukan hanya bagi siswa kami, tetapi juga bagi seluruh komunitas sekolah."

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
