Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 20.28 WIB

Trump Cabut Sanksi Suriah, Al-Sharaa Tawarkan Minyak dan Trump Tower di Damaskus

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Dok. whitehouse.gov)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mencabut segala sanksi AS terhadap Suriah. Trump menyatakan bahwa ini saatnya bagi Suriah untuk "bergerak maju" dan menghidupkan kembali ekonominya yang hancur akibat perang saudara bertahun-tahun.

Dilansir dari Al-Jazeera, keputusan itu diumumkan oleh Trump dalam sebuah forum investasi di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (13/5). Kehadiran Trump di Arab Saudi ini merupakan awal dari serangkaian kunjungannya ke Timur Tengah selam tiga hari.

"Saya akan memerintahkan penghentian sanksi terhadap Suriah untuk memberi kesempatan bagi mereka meraih kejayaan," kata Trump.

Dalam kunjungannya, The Guardian melaporkan bahwa Trump dikonfirmasi akan bertemu dengan pemimpin baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, mantan komando pemberontak yang menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad pada tahun 2024.

Pertemuan itu disebut menjadi pertemuan tatap muka pertama antara Presiden Amerika Serikat dan pemimpin Suriah sejak tahun 2000.

Sebagai balasan atas pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah, al-Sharaa disebut menawarkan akses ke minyak di Suriah dan kontrak pembangunan untuk Trump Tower di Damaskus.

Detail mengenai pencabutan sanksi masih belum jelas, akan tetapi pihak Suriah merayakan dengan gembira karena diharapkan dapat memperbaiki ekonomi Suriah.

Keputusan Trump untuk mencabut sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah dinilai merupakan salah satu perubahan kebijakan yang besar dalam pemerintahan AS.

Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang telah memberlakukan sanksi sejak tahun 1979 terhadap Suriah yang dipimpin oleh rezim al-Assad dari tahun 1971 hingga 2024.

Pada tahun 1979, AS menetapkan Suriah sebagai 'Negara yang Disponsori Terorisme' dan memberlakukan embargo senjata dan pembatasan keuangan serta bantuan internasional.

AS terus memberlakukan sanksi lanjutan kepada Suriah. Pada tahun 2004, negara di Timur Tengah ini dijatuhi pembatasan ekspor senjata dan pembatasan hubungan ekonomi dengan AS. Sementara pada tahun 2011 diberlakukan pembekuan aset pemerintah Suriah di luar negeri, larangan investasi AS di Suriah, dan pembatasan impor minyak bumi.

Bahkan AS juga sempat mengumumkan hadiah hingga 10 juta dollar untuk penangkapan pemimpian Suriah saat ini, al-Sharaa dan memasukkan organisasi yang ia pimpin sebelum jatuhnya al-Assad sebagai 'Organisasi Teroris Asing.'

Akan tetapi, sejak berkuasa pada Desember 2024, al-Sharaa perlahan-lahan melakukan upaya untuk menampilkan dirinya sebagai kekuatan moderat untuk mendapatkan legitimasi internasional. Suriah bahkan juga dilaporkan telah meyakinkan AS bahwa negaranya bukanlah ancaman, tetapi mitra potensial.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore