Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Mei 2023 | 20.04 WIB

Angka Pengangguran Usia Muda Tinggi, Tiongkok Serukan Para Pemuda Bekerja di Pedesaan

Ilustrasi: Angka pengangguran di Indonesia masih tinggi. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: Angka pengangguran di Indonesia masih tinggi. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ekonomi Tiongkok mulai membaik lebih cepat pascapandemi. Meski begitu, angka pengangguran di Tiongkok terus melambung. Tingkat pengangguran di perkotaan untuk usia 16–24 tahun naik menjadi 19,6 persen. Ini merupakan rekor tertinggi kedua dalam catatan negara tersebut.

Berdasar data terbaru Biro Statistik Nasional, CNN memperkirakan jumlah pemuda penganggur di perkotaan sekitar 11 juta orang. Artinya, 1 di antara 5 pemuda di perkotaan tidak bekerja. Jumlah itu bisa bertambah karena rekor 11,6 juta mahasiswa akan lulus tahun ini dan mereka mencari pekerjaan.

Pemuda Tiongkok termasuk salah satu dari negara yang paling berpendidikan dalam beberapa dekade. Mereka kerap memecahkan rekor jumlah lulusan dari perguruan tinggi dan sekolah kejuruan. Tetapi, mereka juga menghadapi ketidaksesuaian antara ekspektasi dan peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Hal itu membuat frustrasi.

Saat ini, meme Kong Yiji marak di media sosial Tiongkok. Dia adalah tokoh sastra terkenal abad ke-20 yang hidup dalam kemiskinan karena melakukan pekerjaan kasar. Para lulusan perguruan tinggi mulai mempertanyakan pilihan sulit yang dihadapi. Yakni, antara mengejar karier kerah putih (kantoran) dan berisiko menganggur atau melepas gelar sarjana mereka dan mengerjakan pekerjaan kerah biru (buruh) yang mereka harapkan dapat dihindari dengan bersekolah hingga perguruan tinggi.

’’Sejumlah pemuda yang marah dan terpelajar di kota-kota Tiongkok dapat menimbulkan masalah besar bagi Partai Komunis yang berkuasa,’’ ujar Alex Capri, peneliti di Hinrich Foundation.

Dia menambahkan, menyebarkan para pemuda penganggur itu ke area pedesaan bisa mengurangi risiko kemarahan tersebut. Juga, membantu mengurangi kesenjangan pendapatan antara kota-kota tingkat 1 dan 2 di Tiongkok serta daerah-daerah miskin di negara itu.

Desember tahun lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping sudah menyerukan agar para pemuda di perkotaan mencari pekerjaan di daerah pedesaan. Tujuannya sebagai upaya revitalisasi ekonomi di pedesaan. Dulu, kampanye itu juga diluncurkan Mao Zedong. Saat itu puluhan juta pemuda perkotaan secara efektif dikirim ke daerah-daerah terpencil di wilayah Tiongkok.

Guangdong pun menyambut seruan Xi Jinping. Belakangan, provinsi terkaya di Tiongkok itu meminta 300 ribu pemuda penganggur dikirim ke wilayahnya selama 2–3 tahun untuk mencari pekerjaan.

Namun, tak banyak kaum muda yang tertarik dengan tawaran pemerintah Guangdong. Pemerintah menyebut mereka terlalu pilih-pilih. Dalam artikel yang diunggah di akun resmi WeChat Liga Pemuda Komunis, mereka meminta lulusan perguruan tinggi muda untuk melepas gelarnya dan turun ke lapangan. Namun, artikel itu justru memicu lebih banyak kemarahan online dari para pemuda yang masih menganggur.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore