Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Juli 2018 | 04.35 WIB

Puluhan Ribu Perempuan Korsel Demo soal Kamera Tersembunyi

Aksi puluhan ribu perempuan yang menuntut keadilan atas tindakan pornografi di Seoul, Korea Selatan (Korsel). - Image

Aksi puluhan ribu perempuan yang menuntut keadilan atas tindakan pornografi di Seoul, Korea Selatan (Korsel).

JawaPos.com - Puluhan ribu perempuan berkumpul di Seoul, Korea Selatan (Korsel) untuk menolak keras terhadap pornografi. Aksi yang digelar Sabtu (7/7) itu menjadi protes terbesar perempuan yang pernah ada.


Para kaum perempuan merasa cemas karena banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memotret bahkan merekam dengan kamera tersembunyi di ruang publik. Meski penyebaran pornografi merupakan tindakan ilegal di Korsel, namun gambar serta video nyatanya dapat dibagikan luas di internet.


Mereka mengatakan bahwa perempuan terus menerus dihantui rasa takut. Pasalnya, para perempuan bisa saja menjadi korban yang difoto atau direkam tanpa sepengetahuan mereka. Para demonstran yang mayoritas remaja dan berusia 20-an membawa papan plakat dan spanduk yang bertuliskan "Hidup saya bukan pornografi bagi anda".


"Orang-orang yang merekam video seperti itu! Mereka yang mengunggahnya! Mereka yang menontonnya! Semuanya harus dihukum keras!," seru para demonstran seperti dilansir BBC, Sabtu (7/7).


Sebagaimana yang diperintahkan penyelenggara acara, para demonstran ini menutupi wajah dengan topeng, topi, dan kacamata hitam. Mereka mengatakan bahwa ada sekitar 55 ribu perempuan yang berpartisipasi dalam aksi ini, namun pihak polisi mengatakan hanya ada 20 ribu.


Protes besar-besaran tersebut dipicu oleh tertangkapnya seorang perempuan berusia 25 tahun pada Mei lalu. Dia diam-diam memotret seorang lelaki dalam pose telanjang yang merupakan mahasiswa seni di salah satu Universitas. Gambar tersebut kemudian dibagikan secara online.


Para demonstran lantas percaya bahwa polisi hanya bertindak cepat karena pelakunya seorang perempuan dan yang dilecehkan adalah laki-laki. Hal tersebut berbeda ketika perempuan yang menjadi korban. Polisi menutup kasusnya kerena tidak dapat menemukan pelaku yang memotret. Pelacakan secara online yang dilakukan polisi pun hasilnya nihil karena di-posting di server asing.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore