JawaPos.com - Warga New York dibuat marah pada hari Senin (23/12), sehari setelah seorang imigran ilegal asal Guatemala membakar perempuan, yang sedang tidur di kereta bawah tanah Brooklyn.
Naasnya saat kejadian terjadi, para pengguna kereta bawah tanah New York tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan perempuan tersebut.
Rekaman video mengerikan dari insiden tersebut, menunjukkan setidaknya tiga orang di lokasi, salah satu dari mereka terlihat merekam kobaran api dengan ponselnya.
Seorang polisi NYPD (New York Police Department) terlihat berdiri di luar gerbong kereta bawah tanah, saat api melalap korban setelah serangan yang terjadi Minggu pagi (22/12).
“Tidak ada yang datang membantunya (korban). Tidak diragukan lagi bahwa orang-orang tidak ingin terlibat,” kata pendiri dan aktivis komunitas Guardian Angels, Curtis Sliwa.
“Ini adalah faktor Daniel Penny. Ini adalah orang-orang yang beku. Mereka berkata pada diri mereka sendiri: 'Saya tidak ingin terjebak seperti Penny.'"
“Orang-orang seharusnya berlari menghampiri perempuan yang terbakar itu. Mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka tidak berkata apa-apa,” kata Sliwa, menyebut keengganan orang yang melihat kejadian itu sebagai 'efek Daniel Penny.'
Daniel Penny merupakan seorang mantan marinir berusia 26 tahun, didakwa melakukan pembunuhan tahun lalu karena mencekik leher seorang gelandangan, bernama Jordan Neely secara fatal.
Sebelumnya Neely secara agresif menghadapi para penumpang yang ketakutan, di dalam gerbong kereta bawah tanah Manhattan.
Penny dibebaskan dari tuduhan pembunuhan karena dianggap hanya sebagai kelalaian pada awal bulan ini, sebagaimana yang diberitakan New York Post.
Namun menurut beberapa pengamat berpendapat karena tidak ingin terjerat dalam masalah hukum, membuat para calon penumpang kereta bawah tanah yang ingin menolong berhenti sejenak.
Video yang mengejutkan merekam seorang pria yang diidentifikasi sebagai pelaku yang bernama Zapeta-Calil, dengan tenang duduk di bangku di stasiun sementara perempuan itu terbakar.
Dia meninggalkan tempat kejadian, namun polisi berhasil menangkapnya saat dia berhenti di stasiun kereta bawah tanah di stasiun 34th Street-Herald Square di Manhattan.
Sumber mengatakan bahwa dakwaan masih tertunda, dengan jaksa penuntut Brooklyn menunggu hasil otopsi (yang dipersulit oleh kondisi tubuh korban yang sudah hangus), untuk menentukan penyebab kematiannya.
Namun insiden tersebut telah menimbulkan beberapa pertanyaan, termasuk mengapa polisi membutuhkan waktu begitu lama untuk menolong perempuan yang terbakar itu.
Hingga, mengapa Zapeta-Calil diizinkan meninggalkan tempat kejadian setelah polisi tiba, dan mengapa alat pemadam kebakaran yang diperlukan di gerbong kereta bawah tanah tidak digunakan.
***