
CARI PERLINDUNGAN: Warga mengungsi ke sekolah yang menjadi tempat penampungan sementara di Beirut (24/9). (ANWAR AMRO/AFP)
JawaPos.com – Kekhawatiran Sekjen PBB Antonio Guterres bahwa Lebanon bakal jadi Jalur Gaza berikutnya mulai terlihat. Sampai pukul 21.00 WIB tadi malam (24/9) saja, sudah tercatat 558 orang tewas akibat serangan membabi buta Israel ke negeri tetangganya di sebelah utara itu.
Jumlah korban tewas akibat serangan mulai Senin (23/9) dengan dalih memburu para pejuang Hizbullah tersebut termasuk 50 anak, 94 perempuan, dan 4 paramedis. Mengutip Al Jazeera, Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad menyebutkan bahwa ribuan keluarga harus mengungsi.
Seorang pejabat keamanan Syria juga mengatakan kepada AFP, sekitar 500 warga Lebanon berduyun-duyun memasuki wilayah Syria untuk mengungsi.
Padahal, Syria sendiri juga masih menghadapi kecamuk perang saudara. Tapi, Syria dirasa masih lebih aman ketimbang Lebanon karena Israel tengah melancarkan serangan terbesarnya sejak perang dengan Hizbullah pada 2006.
PBB malah menyebut jumlah warga Lebanon yang mengungsi ke berbagai tempat secara keseluruhan mencapai puluhan ribu orang.
’’Kami benar-benar prihatin terhadap eskalasi serangan yang kami saksikan,” kata Matthew Saltmarsh, juru bicara badan PBB yang menangani pengungsi, seperti dikutip dari AFP.
Juga Gempur Beirut
Total sejak pekan lalu, ada 6.400 orang yang harus dirawat di rumah sakit, termasuk akibat serangan melalui pager dan walkie talkie. ’’Semua rumah sakit sangat kewalahan menangani mereka yang terluka,” kata Abdinasir Abubakar, perwakilan WHO di Lebanon.
Ettie Higgins, perwakilan Unicef di Lebanon, mengkhawatirkan dampak situasi sekarang terhadap anak-anak dan remaja di negeri bekas jajahan Prancis tersebut.
’’Kemarin (Senin, 23/9) merupakan hari terburuk Lebanon dalam 18 tahun. Kekerasan ini harus segera diakhiri atau dampaknya bakal sulit ditanggulangi,” katanya.
Setelah menggempur Lebanon Selatan dan Timur yang menjadi basis kekuatan Hizbullah, rudal-rudal Israel juga mulai menyasar Beirut, ibu kota Lebanon.
Seorang fotografer AFP menyaksikan langsung serangan itu menghancurkan bangunan dua lantai di sebuah kawasan padat penduduk. Serangan tersebut juga merusak sejumlah mobil di sekitar bangunan yang menjadi sasaran. (lyn/mia/c7/ttg)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
