Warga Palestina memeriksa sebuah rumah yang hancur akibat serangan Israel di Jalur Gaza Tengah (9/7)
JawaPos.com - Pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia untuk air minum yang aman dan sanitasi, Pedro Arrojo-Agudo, mengatakan militerisasi air oleh Israel di wilayah Palestina adalah bagian dari kebijakan apartheid atau diskriminasi air dan teritorial, dikutip dari ANTARA.
Arrojo-Agudo dalam sebuah konferensi pers di Jenewa pada Senin (16/9) menyebutkan bahwa populasi Gaza hidup dengan rata-rata 4,7 liter air per orang per hari.
Dia mengingatkan bahwa angka tersebut jauh di bawah kebutuhan jumlah minimal yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam situasi darurat, yakni 15 liter per orang per hari.
"Militerisasi air di wilayah Palestina yang diduduki telah menjadi inti dari kebijakan apartheid air dan teritorial selama 50 tahun terakhir, termasuk penghancuran infrastruktur air dasar Palestina,” katanya.
Arrojo-Agudo mengatakan sumber air tawar alami satu-satunya adalah akuifer pesisir dan 2,3 juta orang di Gaza terpaksa memompa air tiga kali lebih banyak daripada yang diterima akuifer melalui pengisian alami yang mengakibatkan intrusi laut yang intens dan salinisasi.
"Selain itu, Israel telah memblokir 70 persen bahan yang dibutuhkan untuk membangun dan mengoperasikan pabrik pengolahan air limbah karena penggunaan ganda, sehingga menghambat pengolahan limbah yang tepat yang menyebabkan kontaminasi feses (kotoran pembuangan dari saluran pencernaan) secara progresif pada air tanah," ujarnya.
Pejabat tersebut menekankan bahwa bahkan sebelum 7 Oktober, 40 persen dari populasi sudah diberi pasokan air minum.
Lebih lanjut Arrojo-Agudo menyampaikan rakyat Palestina tidak memiliki akses ke Sungai Yordan dan tidak dapat membangun sumur atau infrastruktur air di wilayah mereka sendiri. Penduduk Palestina hanya memiliki 70 liter per orang per hari dan banyak komunitas pedesaan hanya memiliki 20 liter.
“Sementara populasi Israel rata-rata memiliki empat kali lebih banyak dan pemukim ilegal menerima serta menggunakan 18 kali lebih banyak air untuk tanaman dan kolam renang mereka," tambahnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
