Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2024 | 23.08 WIB

Korea Utara Mengatakan Tidak Peduli Tentang Bualan Donald Trump Tentang Persahabatannya dengan Kim Jong Un

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri). (Yonhap)

JawaPos.com - Korea Utara mengatakan pada hari Selasa (23/7), bahwa mereka tidak peduli dengan pernyataan mantan Presiden Donald Trump mengenai persahabatan dengan Kim Jong Un. 

Hal tersebut menandai tanggapan pertama mereka, terhadap kandidat presiden Amerika Serikat yang sering membanggakan persahabatannya dengan pemimpin Kim Jong Un.
 
Donald Trump mengatakan dalam pidato penerimaannya sebagai calon presiden dari Partai Republik baru-baru ini, bahwa ia 'bergaul dengan baik dengannya' saat mengisyaratkan keinginannya untuk terlibat kembali dengan Kim Jong Un.
 
“Senang rasanya bisa bergaul dengan seseorang yang memiliki banyak senjata nuklir atau sebaliknya,” kata Trump, seperti yang dilaporkan The Korea Times. 
 
“Ketika kami kembali, saya bergaul dengannya. Dia juga ingin melihat saya kembali. Saya pikir dia merindukan ku.”
 
Korean Central News Agency Korea Utara (KCNA) mengatakan, bahwa pernyataan Trump meningkatkan keinginan yang masih ada untuk prospek hubungan Korea Utara-Amerika Serikat. 
 
 
Tetapi KCNA menyerukan kepada Amerika Serikat, untuk membuat pilihan yang tepat dalam hal bagaimana berurusan dengan Korea Utara, siapa pun yang memenangkan posisi di Gedung Putih.
 
“Bahkan jika ada pemerintahan yang berkuasa di Amerika Serikat, iklim politik, yang dikacaukan oleh pertikaian kedua partai, tidak akan berubah dan, oleh karena itu kami tidak peduli dengan hal ini,” kata KCNA dalam sebuah komentar.
 
Dikatakan bahwa kebijakan luar negeri suatu negara, perasaan pribadi harus benar-benar dibedakan, serta mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menerapkan kebijakan persetujuan yang paling kejam dan gigih terhadapnya.
 
Komentar tersebut menunjukkan bahwa Trump tidak membawa perubahan positif yang substansial, meskipun ia mencoba merefleksikan hubungan pribadi yang istimewa dengan Kim Jong Un, dalam hubungan bilateral ketika ia menjabat sebagai presiden.
 
Trump mengadakan tiga kali pertemuan tatap muka dengan Kim Jong Un, tetapi negosiasi serius terhenti setelah KTT tanpa kesepakatan di Hanoi pada tahun 2019. 
 
Sejak saat itu, Korea Utara telah berfokus untuk memajukan program nuklir dan rudalnya, termasuk peluncuran rudal balistik antarbenua.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore