Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2024 | 19.44 WIB

Kamala Harris Kandidat Kuat Penantang Donald Trump, Partai Demokrat Harus Pertimbangkan Wakil dari White American

Kamala Harris (recordnet)  - Image

Kamala Harris (recordnet) 

JawaPos.com – Di tengah menjalani isolasi mandiri karena Covid-19, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghabiskan waktu dengan overthinking sekaligus introspeksi. Terutama terkait tekanan partai dalam pencalonannya kembali sebagai presiden.

Sebelumnya, Biden menyatakan akan terus berkampanye. Bahkan, dia optimistis mampu mengalahkan kandidat dari Partai Republik Donald Trump. Namun, pria 81 tahun itu berubah pikiran setelah dijejali data polling pada Sabtu (20/7) malam yang tidak berpihak kepadanya.

Biden lalu mengumpulkan tim senior Gedung Putih dan kampanye untuk melakukan panggilan singkat sebelum pukul 13.45 pada Minggu waktu setempat.

Setelah memikirkan dengan matang, dia membuat pengumuman lewat sepucuk surat kepada seluruh rakyat Negeri Paman Sam. ’’Dan meski saya berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin bahwa demi kepentingan terbaik partai saya dan negara, saya harus mengundurkan diri dan hanya berfokus pada pemenuhan tugas sebagai presiden selama sisa masa jabatan saya,’’ ujar Biden dalam surat tersebut kemarin (22/7).

Presiden ke-46 AS itu akan tetap menjabat hingga Januari 2025. Biden menyebut adalah kehormatan terbesar untuk menjabat sebagai presiden. ’’Saya tahu dia ingin berjuang dan menunjukkan bahwa dia bisa mengalahkan Donald Trump lagi. Namun, setelah mendengar banyak masukan, dia memutuskan apa yang terbaik bagi negara,’’ ujar Chris Coons, senator Partai Demokrat dari Delaware, dilansir dari Associated Press.

Biden sejatinya menyadari peluangnya semakin buruk untuk mengalahkan Trump lantaran begitu banyak anggota partainya yang terang-terangan mendesaknya mundur dari pencalonan. Belum lagi pemilih yang terus mempertanyakan kemampuannya karena usianya yang sudah lanjut. Ditambah penampilannya yang buruk pada acara debat calon presiden. Alasan-alasan itu membulatkan tekadnya untuk mundur.

Sebagai sosok di urutan pertama pewaris jabatan presiden, Wapres Kamala Harris akan menjadi pilihan yang paling masuk akal. Para pemimpin Partai Demokrat telah memilih Kamala Harris untuk memimpin partai mereka melawan Trump di Pilpres 2024. Harris yang berusia 59 tahun adalah perempuan, orang kulit hitam, dan keturunan Asia Selatan pertama yang menjabat wakil presiden.

Namun, sebagian lain ingin Partai Demokrat menentukan dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat (DNC) yang dibuka bulan depan di Chicago untuk nominasi calon presiden lainnya. DNC dijadwalkan berlangsung pada 19–22 Agustus di Chicago.

Rival Biden dalam pilpres AS, Donald Trump, dan cawapres JD Vance mengejek keputusan Biden. ’’Joe Biden tidak layak untuk mencalonkan diri menjadi presiden dan tidak layak untuk menjabat, dan memang tidak pernah layak! Siapa pun yang diajukan oleh sayap kiri sekarang akan sama saja,’’ ujar Trump lewat platform Truth Social. Tim kampanye mereka menambahkan cemoohan seusai Biden menjagokan Harris. Mereka menyebut Harris justru akan lebih buruk daripada Biden.

Vance tak ingin ketinggalan mengejek lawannya. ’’Joe Biden adalah presiden terburuk semasa hidup saya dan Kamala Harris selama ini mendampingi dalam setiap langkahnya,” tulis senator Partai Republik itu di X.

Selain Harris, Gretchen Whitmer disebut sebagai kandidat kedua. Perempuan 52 tahun itu adalah gubernur Michigan untuk masa jabatan kedua. Michigan adalah negara bagian penting yang dimenangkan Trump pada 2016, namun pada 2020 dimenangkan Biden.

Sebelum itu, Whitmer adalah anggota DPR dan senat negara bagian. Dia menjadi ketua fraksi Demokrat yang minoritas di Senat Michigan selama empat tahun.

Selain itu, ada nama Gubernur California Gavin Newsom, Menteri Perhubungan Pete Buttigieg, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, hingga Gubernur Illinois JB Pritzker.

PR Partai Demokrat

Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah memahami jika banyak pihak yang kaget atas keputusan Biden. Termasuk mulai berspekulasi soal alasan mundurnya Biden.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore