Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 23.55 WIB

Korea Selatan dan Amerika Serikat Susun Pedoman Penangkalan Nuklir di Tengah Ancaman Korea Utara

Cho Chang Rae (kiri) berjabat tangan dengan Vipin Narang (kanan) - Image

Cho Chang Rae (kiri) berjabat tangan dengan Vipin Narang (kanan)

JawaPos.com - Korea Selatan dan Amerika Serikat, menandatangani pedoman penangkalan nuklir bersama di Washington pada hari Kamis (11/7), dalam tonggak sejarah upaya bilateral untuk mempertajam kerjasama, dalam menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara yang terus berkembang.

Cho Chang Rae, wakil menteri pertahanan Seoul untuk kebijakan dan Vipin Narang, pejabat asisten menteri pertahanan Amerika Serikat untuk space policy, menandatangani 'Pedoman untuk Penangkalan Nuklir dan Operasi Nuklir di Semenanjung Korea.'

Penandatanganan pedoman tersebut merupakan puncak dari upaya bilateral Nuclear Consultative Group (NCG), untuk memastikan kredibilitas komitmen penangkalan yang diperluas Amerika.

Terhadap Korea Selatan dengan cara yang terintegrasi, yang mencakup dukungan konvensional Korea Selatan untuk operasi nuklir Amerika Serikat, dalam keadaan darurat.

Penangkalan yang diperluas mengacu pada janji Amerika Serikat, untuk memobilisasi seluruh kemampuan militernya, termasuk senjata nuklir, demi membela sekutunya.

"Pedoman ini memberikan prinsip dan prosedur yang dirancang untuk mendukung upaya kebijakan aliansi, dan otoritas militer untuk mempertahankan kebijakan dan postur penangkalan nuklir yang efektif," ungkap Kementerian Pertahanan Seoul dalam siaran pers.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, menyetujui pembaruan NCG dalam pernyataan bersama.

Dengan menekankan bahwa dokumen pedoman tersebut memberikan landasan yang 'kokoh,' untuk meningkatkan kerja sama penangkalan yang diperluas, di antara kedua negara sekutu secara terintegrasi.

Dikutip dari The Korea Times, Yoon dan Biden bertemu di sela-sela pertemuan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara di Washington.

Pedoman ini diharapkan dapat membuka jalan, bagi pendekatan yang lebih sistematis terhadap penangkalan nuklir.

Pada saat Pyongyang meningkatkan ketegangan dengan uji coba senjata baru yang mengancam, di tengah harapan bahwa kerjasama militernya yang berkembang dengan Rusia dapat membantu program militernya.

Penyusunan pedoman ini merupakan tugas utama NCG, sebuah badan yang dibentuk berdasarkan Deklarasi Washington.

Diadopsi oleh Yoon dan Biden dalam KTT di Gedung Putih, pada bulan April tahun lalu untuk meningkatkan upaya pencegahan.

Deklarasi tersebut mencakup serangkaian langkah pencegahan, termasuk janji AS untuk meningkatkan 'visibilitas reguler,' aset militer strategis ke Semenanjung Korea.

Sebuah langkah nyata untuk membantu meredakan kekhawatiran keamanan yang semakin dalam di Korea Selatan, dan menegaskan kembali komitmen Seoul terhadap rezim proliferasi non-nuklir.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore