
Pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Perang di Gaza. (DPA International/Michael Kappeler)
JawaPos.com-Duta Besar Palestina untuk Austria Salah Abdel Shafi menilai upaya membahas Jalur Gaza pada forum PBB tidak berguna karena tidak akan berdampak pada kelanjutan kebijakan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang mendanai genosida.
“(Kamis 2/5) adalah pengarahan ketujuh dan terakhir mengenai Gaza (di kantor PBB di Wina), karena satu alasan sederhana karena tidak ada gunanya datang ke sini sebulan sekali dan membicarakan jumlah korban baik itu 5.000 orang atau 15.000 keduanya merupakan angka yang mengerikan,” katanya seperti dikutip Sputnik, Jumat.
Masalahnya, lanjutnya, tatanan dunia dan PBB telah gagal menghentikan genosida dan itulah yang menjadi alasan mengapa dirinya mengatakan bahwa tidak akan lagi pengarahan mengenai Jalur Gaza seperti yang sebelumnya dia lakukan sebelumnya.
Diplomat itu mengatakan bahwa tidak adil dan terlalu menyakitkan baginya untuk menyebut korban sipil dalam pengarahannya hanya sebagai statistik belaka.
Menurutnya, di dunia modern di mana setiap orang memiliki akses terhadap informasi tentang perkembangan di Jalur Gaza, maka setiap negara yang bertanggung jawab yang ingin menghentikan genosida, dapat melakukannya.
“Tetapi negara-negara Utara-Amerika dan Eropa, tidak melakukan apa pun untuk menghentikan hal ini. Mereka mengatakan, ya, kami bersimpati dengan warga sipil, tetapi pada saat yang sama, mereka memberikan miliaran dolar kepada Israel untuk senjata dan amunisi. Itu sangat menghina,” ucapnya.
Abdel Shafi mengatakan bahwa seseorang yang benar-benar peduli terhadap warga sipil tidak akan mengirimkan senjata dan uang ke Israel.
Kendati demikian, Palestina akan terus mengadakan diskusi mengenai masalah tersebut dalam kerangka acara PBB dan jika negara-negara Arab ingin menyelenggarakan sesuatu dengan partisipasi Palestina, perwakilannya akan berada di sana untuk berbicara.
Pada 7 Oktober 2023, gerakan Palestina Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel, lalu melanggar perbatasan, menyerang lingkungan sipil, dan pangkalan militer. Hampir 1.200 orang di Israel tewas dan sekitar 240 lainnya diculik dalam serangan itu.
Israel melancarkan serangan balasan, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina dengan tujuan untuk melenyapkan pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera.
Lebih dari 34.500 orang telah terbunuh sejauh ini akibat serangan Israel di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat. Lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
