
Parlemen Uni Eropa (UE) mengakui Juan Guaido sebagai Presiden Interima Venezuela secara de facto pada hari Kamis (31/1)
JawaPos.com-Uni Eropa (UE) akan menetapkan target produksi setidaknya 40 persen dari permintaan teknologi bersih pada tahun 2030, kata presiden badan eksekutif UE, Rabu.
Berbicara pada sesi pleno Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa komisi tersebut akan mengajukan dua rancangan hukum minggu ini, Undang-Undang Industri Nol Bersih (Net-Zero Industry Act) dan Undang-Undang Bahan Baku Kritis (Critical Raw Materials Act) untuk mendukung modernisasi dan kemandirian industri Eropa.
’’Dengan Net-Zero Industry Act, kami menetapkan ambisi. Pada tahun 2030, kami ingin dapat menghasilkan setidaknya 40% dari teknologi bersih yang dibutuhkan,” ujarnya merujuk pada proses pengurangan dampak negatif lingkungan melalui peningkatan efisiensi energi dan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan.
Dia menekankan bahwa "perlombaan sedang berlangsung" dalam industri teknologi bersih global yang mencapai omzet lebih dari 1 triliun dolar tahun lalu dan diperkirakan akan melipatgandakan pasarnya pada 2030.
Proposal UE yang baru akan memberikan "kecepatan, penyederhanaan, plus pendanaan" untuk teknologi bersih UE, tegas von der Leyen.
Rancangan lainnya, Undang-Undang Bahan Baku Kritis akan mengusulkan untuk mengurangi ketergantungan blok pada Tiongkok sebagai pemasok, dengan mengamankan mitra dagang baru, seperti Kanada atau AS, mempercepat ekstraksi bahan tanah langka dan daur ulang di Eropa, ia melanjutkan.
Charles Michel, presiden Dewan Eropa menekankan bahwa "Tiongkok dan AS tidak berjarak sama dari kita. Kami adalah mitra AS yang setia dan ingin fokus pada hubungan bersejarah, fokus pada nilai dan kebijakan ekonomi, yang juga penting untuk keamanan kami," tegasnya lebih lanjut.
Mengakui bahwa UE harus "terlibat dengan Tiongkok dalam isu-isu global," seperti aksi iklim, Michel mendesak "untuk menyeimbangkan kembali hubungan ekonomi dengan Tiongkok, terutama dalam hal poin strategis untuk kemakmuran Eropa di masa depan."
Dia juga menyatakan bahwa UE harus “terlibat untuk mencoba mengurangi ketergantungan yang bisa sangat mahal” sebagai pelajaran dari perdagangan energi dengan Rusia. (ANADOLU/ANTARA)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
