Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 September 2022 | 14.01 WIB

45 PMI Terkatung-katung Nasibnya, Ditampung KBRI Doha Qatar

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Sebanyak 45 Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkatung-katung nasibnya di Doha, Qatar. Ini akibat mereka termakan bujuk rayu calo yang menjanjikan segala hal yang muluk tentang bekerja di Timur Tengah. Padahal sejak 2015, pemerintah telah melakukan moratorium pengiriman PMI sektor perseorangan (domestik), ke Timur Tengah.


Saat berdialog dengan aktivis Migrant Care, Anis Hidayah, PMI yang selama ini tinggal di rumah singgah sementara (shelter) KBRI Doha mengatakan, mereka mengalami berbagai masalah mulai gaji yang tidak dibayar, bekerja tidak sesuai kontrak ataupun yang mengalami kekerasan fisik.

Beberapa PMI ini juga bercerita langsung tentang bagaimana mereka sampai terjebak bekerja di Qatar.

“Upaya mengatasi calo ini harus menjadi tugas semua pihak. Dari mulai aparat penegak hukum sampai komponen masyarakat itu sendiri" ujar Anis Hidayah, dalam kunjungannya ke KBRI Doha, Qatar, di sela-sela mengikuti sebuah konferensi buruh migran, Jumat (15/9).

Photo



Aktivis Migran Care, Anies Hidayah, berfoto bersama staff KBRI Doha, dan puluhan Pekerja Migran Indonesia di Qatar yang terkatung-katung nasibnya, karena termakan bujuk rayu calo.

Anis menegaskan, masalah pembenahan tata kelola pengiriman dan perlindungan PMI ini terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu instansi saja. Menurut Anies, pembenahannya harus dilakukan dari hulu ke hilir dengan melibatkan berbagai aktor di seluruh sektor.

Terkait berbagai permasalahan ini, saat menerima kunjungan Anies Hidayah, Dubes RI untuk negara Qatar, Ridwan Hassan menegaskan bahwa perlindungan WNI tetap menjadi prioritasnya. "Jumlah PMI yang ditampung di shelter terus menunjukan trend peningkatan. Penyelesaian terhadapnya harus menjadi tanggungjawab bersama" kata Dubes Hassan.

Ridwan menambahkan, KBRI Doha, selain terus berupaya menyelesaikan kasus-kasus yang PMI, juga gencar melakukan edukasi dan pemberian latihan keterampilan kepada para pahlawan devisa tersebut.

“Harapannya tentu sepulang dari Qatar mereka dapat lebih mandiri dan dapat membuka peluang kerja kepada masyarakat di sekitarnya,” tukas Ridwan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore