
Volodymyr Zelensky kebingungan ketika ditanya seperti apa perang Rusia-Ukraina tahun depan./France24
JawaPos.com–Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat pertemuan pada Senin (29/1) menyatakan kepada komandan tertinggi Jenderal Valery Zaluzhny, memecat jenderal utama Ukraina itu.
Dilansir dari washingtonpost.com, menurut pejabat senior yang mendengarkan percakapan keduanya tersebut, perombakan militer dilakukan karena di tengah perjuangan Ukraina di medan perang selama berbulan-bulan terdapat perselisihan antara presiden dan jenderal. Meskipun Jenderal Valery Zaluzhny masih memegang jabatan saat ini, tetapi keputusan presiden diperkirakan akan mengonfirmasi pemecatannya setelah dua tahun terjadi invasi Rusia.
Serhiy Nykyforov, juru bicara Volodymyr Zelensky, sempat membantah bahwa Valery Zaluzhny dipecat. Valery Zaluzhny bersama dengan rekan dari Amerika Serikat sangat berbeda pendapat mengenai strategi dan taktik peperangan.
Komandan Ukraina tersebut mengabaikan nasihat Amerika Serikat, sehingga menyebabkan korban jiwa yang besar. Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan kepada Jenderal Valery Zaluzhny, warga Ukraina sudah bosan dengan peperangan dan negara-negara pendukung Ukraina memperlambat pemberian bantuan militer. Oleh karena itu, komandan baru akan memulihkan situasi tersebut, kata seseorang yang mendengar percakapan keduanya.
Pada pertemuan Senin (29/1), antara presiden dan jenderal Ukraina menimbulkan perselisihan yang memuncak karena ketidaksepakatan terkait jumlah tentara yang perlu dimobilisasi Ukraina tahun ini.
Valery Zaluzhny mengusulkan untuk memobilisasi sebanyak 500.000 tentara, yang kemudian mendapat respons dari Volodymyr Zelensky yang dianggap tidak praktis. Hal tersebut juga terkait dengan keterbatasan seragam, senjata, serta fasilitas pelatihan, dan potensi tantangan perekrutan.
Selain itu, Volodymyr Zelensky juga secara terbuka menyatakan bahwa saat ini Ukraina kekurangan dana untuk membayar militer baru. Sedangkan Valery Zaluzhny menjawab pernyataan Volodymyr Zelensk tersebut, bahwa Ukraina kekurangan banyak tentara karena telah menjadi korban dan perlu menambah 400.000 tentara baru.
Belum jelas siapa pengganti Jenderal Valery Zaluzhny. Kemungkinan salah satu kandidat yang berpotensi yaitu intelijen militer Ukraina Letjen Kyrylo Budanov yang masih berusia 38 tahun.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
