Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2024 | 19.32 WIB

Aljazair Minta PBB Sponsori Konferensi Perdamaian untuk Hentikan Penjajahan Israel di Palestina

Menlu Aljazair, Ahmed Attaf./echoroukonline.com - Image

Menlu Aljazair, Ahmed Attaf./echoroukonline.com

JawaPos.com – Upaya hentikan penjajahan Israel di wilayah Palestina terus dilanjutkan oleh beberapa negara-negara anggota PBB.

Banyak negara anggota PBB dukung wacana pembentukan negara Palestina sebagai solusi akhiri perang yang terjadi di Palestina tersebut.

Dilansir dari MEMO (25/1), Aljazair menyerukan diadakannya konferensi perdamaian internasional di bawah naungan PBB untuk mengakhiri pendudukan Israel atas tanah Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Apa yang terjadi di Gaza saat ini semakin mengedepankan kebutuhan untuk mempercepat upaya mengatasi esensi konflik dengan memperbarui dan mengaktifkan komitmen kolektif kita terhadap solusi dua negara untuk solusi yang adil, abadi dan final,” kata Menteri Luar Negeri Ahmed Attaf pada pertemuan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB di New York.

Dia meminta PBB untuk menanggapi dengan tegas suara-suara Israel yang menolak solusi pembentukan dua negara dalam konflik Palestina-Israel.

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa, dia menentang pembentukan Negara Palestina sebagai bagian dari skenario pasca perang.

Perdana Menteri Israel berjanji untuk melanjutkan kampanye militer mereka di Jalur Gaza sampai Israel mencapai kemenangan telak melawan Hamas, sesuatu yang menurut banyak analis mustahil atau tidak mungkin.

Pembicaraan perdamaian yang disponsori Amerika Serikat antara Palestina dan Israel gagal pada tahun 2014 karena pembangunan permukiman yang sedang berlangsung di Tel Aviv yang berada di wilayah West Bank atau Tepi Barat yang diduduki Israel.

Attaf kembali menyerukan keanggotaan penuh Palestina di PBB sebagai langkah mendesak untuk melestarikan fondasi dasar solusi dua negara, dan sebuah langkah yang tak terelakkan untuk melestarikan komponen hukum pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 25.700 warga Palestina dan melukai 63.740 lainnya. Hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Namun, Haaretz mengungkap bahwa helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh banyak dari 1.139 tentara dan warga sipil yang diklaim oleh Israel telah dibunuh oleh Perlawanan Palestina.

Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara lebih dari separuh infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore