
Serangan Militan Houthi di Laut Merah. (Houthi Military Media/REUTERS)
JawaPos.com - Serangan Houthi Yaman terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah kini mulai merembet ke berbagai sektor. Salah satunya mengganggu sektor bahan kimia Jeman akibat tertundanya pengiriman yang melalui Laut Merah.
Akibat pasokan terganggu, maka beberapa perusahaan mulai membatasi produksinya terlebih yang menggunakan bahan kimia.
Dikutip dari US News pada Selasa (23/1), Impor penting dari Asia ke Eropa mulai dari suku cadang mobil dan peralatan teknik hingga bahan kimia serta mainan saat ini membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai.
Sebab pengiriman kontainer telah mengalihkan kapal di sekitar Afrika dan menjauh dari Laut Merah dan Terusan Suez menyusul serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi Yaman.
Meskipun industri Jerman sudah terbiasa menghadapi gangguan pasokan setelah pandemi dan perang Ukraina dampak berkurangnya lalu lintas melalui arteri perdagangan mulai terlihat dengan Tesla, pabrik open tab baru di Berlin yang menjadi korban paling menonjol sejauh ini.
Sektor bahan kimia Jerman yang merupakan industri terbesar ketiga setelah mobil dan teknik dengan penjualan tahunan sekitar 282 miliar US Dollar tergantung pada Asia untuk sekitar sepertiga impornya dari luar Eropa.
"Departemen pengadaan saya saat ini bekerja tiga kali lebih keras untuk mendapatkan sesuatu," ujar Martina Nighswonger, CEO dari GmbH & Co KG.
Akibat penundaan tersebut, Gechem yang menghasilkan penjualan tahunan sebesar dua digit jutaan euro telah menurunkan produksi mesin pencuci piring dan tablet toilet karena tidak dapat memperoleh cukup trinatrium sitrat serta asam sulfamat dan asam sitrat.
"Oleh karena itu, perusahaan sedang meninjau sistem tiga shiftnya," tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa dampak buruk dari keterbatasan transportasi dapat menjadi masalah setidaknya pada paruh pertama tahun 2024.
"Hal ini menyebabkan adanya diskusi terbuka dengan pelanggan kami," ujarnya.
Dilansir dari Bussines Times, Pembuat bahan kimia khusus yang lebih besar, Evonik juga mengatakan pihaknya terkena dampak perubahan rute di Laut Merah.
Saat ini beberapa kapal telah mengubah arah sebanyak tiga kali dalam beberapa hari. Perusahaan tersebut mengatakan pihaknya mencoba memitigasi dampak tersebut dengan memesan lebih awal dan beralih ke angkutan udara.
Dengan angkutan udara itu dianggap sebagai pengganti sementara karena beberapa bahan kimia tidak diperbolehkan untuk diangkut dengan pesawat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
