
Photo
JawaPos.com - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa secara resmi mengundurkan diri melalui email yang dikirim dari Singapura. Kepastian itu dikonfirmasi oleh Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardena. Kini, rakyat Sri Lanka bersiap memilih presiden baru menggantikan dinasti politik yang dibangun klan Rajapaksa.
Gotabaya saat ini berada di Singapura. Surat pengunduran dirinya dikirim pada Kamis (14/7) malam. Soft copy dikirim melalui email dan kemudian yang asli dibawa utusannya dengan penerbangan diplomatik.
Keputusan Gotabaya untuk melarikan diri, namun belum mengundurkan diri, telah membuat Sri Lanka dalam keadaan kebuntuan politik selama lebih dari 36 jam. Ketegangan meningkat dan Sri Lanka dinyatakan kondisi darurat.
Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardena menegaskan bahwa menurut konstitusi, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, akan dilantik sebagai presiden sementara pada Jumat (15/7) waktu setempat. Kepemimpinannya akan memegang peran sampai pemungutan suara diadakan oleh anggota parlemen pada minggu depan.
Sajith Premadasa Kandidat Terkuat
Proses pemungutan suara dan pengukuhan presiden baru kemungkinan bakal memakan waktu tujuh hari. Abeywardena meminta agar semua pemimpin partai politik meluaskan dukungan mereka untuk kelancaran pemilihan presiden baru, dan untuk menegakkan demokrasi selama masa transisi.
Parlemen bakal berkumpul kembali pada Sabtu (16/7), untuk memulai penggalangan kekuatan partai yang baru, yang terdiri dari banyak partai politik. Partai-partai oposisi mengajukan nama untuk jabatan presiden. Kemungkinan besar Sajith Premadasa menjadi kandidat terkuat presiden baru dari partai oposisi.
Dinasti 6 Anggota Keluarga
Mundurnya Gotabaya Rajapaksa tentu disambut gembira rakyat Sri Lanka. Gotabaya dianggap tidak becus mengurus negara hingga jatuh ke krisis parah. Dia telah memerintah bersama 6 anggota keluarganya, termasuk saudara laki-lakinya Mahinda Rajapaksa yang menjadi perdana menteri dan saudaranya Basil Rajapaksa yang menjadi menteri keuangan. Semua anggota keluarganya terpaksa mengundurkan diri dalam beberapa bulan terakhir karena tekanan publik.
Banyak orang menganggap Gotabaya bertanggung jawab membuat Sri Lanka ke dalam krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948, yang telah menyebabkan kekurangan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Bersama dengan beberapa anggota keluarganya yang berkuasa, ia dituduh melakukan salah urus ekonomi dan kasus korupsi yang meluas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
