
ANTARA/Aria Cindyara
JawaPos.com - Posisi Indonesia masih sulit di tengah ancaman boikot dari Amerika Serikat yang menolak kehadiran Presiden Rusia dalam pertemuan G20 di Bali, akhir tahun mendatang. Di satu sisi, Rusia memastikan Putin menghadiri pertemuan tersebut. Meski isu ancaman boikot terus bergulir, Indonesia memastikan komunikasi dengan Ukraina, Rusia, dan AS tidak terpengaruh isu tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI memastikan hubungan Indonesia dengan ketiga negara tersebut baik-baik saja. Bahkan Menlu Retno Marsudi masih mengadakan pembicaraan dan pertemuan dengan pejabat dari ketiga negara.
"Ibu Menlu (Retno Marsudi) ada bertemu Menlu Rusia di RRT dua2 minggu lalu dan minggu lalu berbicara lewat telepon dengan Menlu AS," kata Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah kepada JawaPos.com, Senin (11/4).
"Dan, Ibu Menlu bertemu dengan Wakil Menlu Ukraina di Doha dua minggu lalu," jelasnya.
Meski begitu, Kemenlu enggan berkomentar soal isu boikot tersebut secara langsung. Sejauh ini belum ada reaksi Kemenlu RI terkait ancaman boikot dari AS. "Belum ada (yang bisa disampaikan)," tegasnya.
AS Ancam Boikot G20
Sebelumnya Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengataka bahwa Rusia harus dikeluarkan dari forum G20. Jika tidak, Amerika Serikat akan memboikot sejumlah pertemuan G20 jika pejabat Rusia muncul.
Komentarnya pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS menimbulkan pertanyaan tentang peran masa depan G20 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Yellen menjabarkan beberapa alasan AS ingin Rusia dikeluarkan dari keanggotaan.
"Invasi Rusia ke Ukraina dan pembunuhan warga sipil di Bucha tercela, merupakan penghinaan yang tidak dapat diterima terhadap tatanan global berbasis aturan, dan akan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar di Ukraina dan sekitarnya," tegas Yellen kepada anggota parlemen.
Amerika Serikat dan sekutu utamanya telah menempatkan penekanan yang lebih besar dalam beberapa bulan terakhir pada pengelompokan G7 dari negara-negara demokrasi industri, yang kepentingannya lebih selaras. AS menggunakan pertemuan G7 untuk mengoordinasikan tanggapan mereka terhadap invasi Rusia di Ukraina.
Yellen mengatakan pemerintahan Biden ingin mendorong Rusia keluar dari partisipasi aktif di lembaga-lembaga internasional utama. "Presiden Biden meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20, dan saya telah menjelaskan kepada rekan-rekan saya di Indonesia bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana,” kata Yellen seperti laporan Wio News.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
