Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 April 2022 | 20.31 WIB

Indonesia Ungkap Hubungan dengan Rusia dan AS Usai Ancaman Boikot G20

ANTARA/Aria Cindyara - Image

ANTARA/Aria Cindyara

JawaPos.com - Posisi Indonesia masih sulit di tengah ancaman boikot dari Amerika Serikat yang menolak kehadiran Presiden Rusia dalam pertemuan G20 di Bali, akhir tahun mendatang. Di satu sisi, Rusia memastikan Putin menghadiri pertemuan tersebut. Meski isu ancaman boikot terus bergulir, Indonesia memastikan komunikasi dengan Ukraina, Rusia, dan AS tidak terpengaruh isu tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan hubungan Indonesia dengan ketiga negara tersebut baik-baik saja. Bahkan Menlu Retno Marsudi masih mengadakan pembicaraan dan pertemuan dengan pejabat dari ketiga negara.

"Ibu Menlu (Retno Marsudi) ada bertemu Menlu Rusia di RRT dua2 minggu lalu dan minggu lalu berbicara lewat telepon dengan Menlu AS," kata Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah kepada JawaPos.com, Senin (11/4).

"Dan, Ibu Menlu bertemu dengan Wakil Menlu Ukraina di Doha dua minggu lalu," jelasnya.

Meski begitu, Kemenlu enggan berkomentar soal isu boikot tersebut secara langsung. Sejauh ini belum ada reaksi Kemenlu RI terkait ancaman boikot dari AS. "Belum ada (yang bisa disampaikan)," tegasnya.

AS Ancam Boikot G20

Sebelumnya Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengataka bahwa Rusia harus dikeluarkan dari forum G20. Jika tidak, Amerika Serikat akan memboikot sejumlah pertemuan G20 jika pejabat Rusia muncul.

Komentarnya pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS menimbulkan pertanyaan tentang peran masa depan G20 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Yellen menjabarkan beberapa alasan AS ingin Rusia dikeluarkan dari keanggotaan.

"Invasi Rusia ke Ukraina dan pembunuhan warga sipil di Bucha tercela, merupakan penghinaan yang tidak dapat diterima terhadap tatanan global berbasis aturan, dan akan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar di Ukraina dan sekitarnya," tegas Yellen kepada anggota parlemen.

Amerika Serikat dan sekutu utamanya telah menempatkan penekanan yang lebih besar dalam beberapa bulan terakhir pada pengelompokan G7 dari negara-negara demokrasi industri, yang kepentingannya lebih selaras. AS menggunakan pertemuan G7 untuk mengoordinasikan tanggapan mereka terhadap invasi Rusia di Ukraina.

Yellen mengatakan pemerintahan Biden ingin mendorong Rusia keluar dari partisipasi aktif di lembaga-lembaga internasional utama. "Presiden Biden meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20, dan saya telah menjelaskan kepada rekan-rekan saya di Indonesia bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana,” kata Yellen seperti laporan Wio News.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore