
Malaysia Airlines planes are seen parked at Kuala Lumpur International Airport, amid the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Sepang, Malaysia October 6, 2020. REUTERS/Lim Huey Teng
JawaPos.com – Boeing kembali jadi sorotan. Itu terjadi setelah pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH2664 mengalami masalah serius dalam penerbangan Minggu (3/4). Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) menegaskan akan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.
”Data awal menunjukkan bahwa kru operasi telah memberikan tanggapan yang benar setelah terjadi masalah di atas pesawat,” ujar CEO CAAM Kapten Chester Voo Chee Soon seperti dikutip The Straits Times, Kamis (7/4).
Simple flying melaporkan bahwa pesawat dengan rute Kuala Lumpur–Tawau tersebut tinggal landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Awalnya semua normal-normal saja. Namun, setelah 30 menit, maskapai penerbangan nasional Malaysia itu menukik turun sekitar 7 ribu kaki atau 2.133 meter dalam hitungan detik.
Begitu cepatnya, beberapa penumpang sampai melayang dari kursinya. ”Itu pengalaman yang sangat menakutkan bagi kami semua. Saya merasa seperti akan mati,” bunyi unggahan salah seorang penumpang Halimah Nasoha di akun Facebook-nya.
Halimah adalah salah satu penumpang yang melayang karena saat kejadian sudah melepas sabuk pengaman. Menurut dia, setelah terjun bebas, pesawat sempat naik turun terus-menerus selama beberapa menit.
Pernyataan itu sejalan dengan laporan situs web pelacakan penerbangan RadarBox.com. Untung, pilot berhasil mengendalikan pesawat dan kembali ke KLIA. Semua penumpang selamat.
Pihak Malaysia Airlines Rabu (6/4) mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat tersebut kembali ke KLIA karena ada masalah teknis ditambah cuaca buruk di perjalanan. Namun, Malaysia Airlines maupun CAAM tidak mau mengungkap jenis pesawat yang nyaris celaka itu.
Meski demikian, hasil pelacakan The Straits Times mengungkap bahwa MH2664 menggunakan Boeing 737-800. Itu sama dengan jenis pesawat China Eastern Airlines dengan nomor penerbangan MU5735 yang dilaporkan jatuh di pegunungan Guangxi 21 Maret lalu. Pesawat dengan rute Kunming–Guangzhou tersebut juga jatuh dengan posisi menukik. Sebanyak 132 penumpang dan kru di dalamnya tewas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
