
Menteri Transportasi Singapura, S. Irawan./Reuters
JawaPos.com – Mantan Menteri Transportasi Singapura S. Iswaran didakwa di pengadilan atas tuduhan suap.
Hal tersebut dikatakan oleh pihak badan anti-korupsi pada hari Kamis, dalam salah satu kasus suap paling terkenal yang melibatkan seorang menteri di pusat keuangan Asia dalam beberapa dekade.
The Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB, mengatakan Iswaran, yang ditangkap pada Juli tahun lalu, diduga menerima suap senilai 384.340,98 Dolar Singapura atau sekitar 4 miliar Rupiah dari taipan properti Ong Beng Seng, sebagian untuk memajukan kepentingan bisnis Ong.
Lembar tagihan menunjukkan bantuan tersebut termasuk tiket pertandingan sepak bola, musikal, penerbangan dengan pesawat pribadi Ong, dan tiket ke Grand Prix Formula 1 Singapura. Iswaran adalah penasihat komite pengarah Grand Prix, sementara Ong memiliki hak balapan.
CPIB mengatakan Iswaran menghadapi total 27 dakwaan, termasuk korupsi dan menghalangi jalannya keadilan.
Melansir dari Reuters, dalam surat pengunduran dirinya, yang diterbitkan oleh kantor perdana menteri, Iswaran mengatakan dia menolak tuduhan tersebut dan “sekarang akan fokus membersihkan nama saya”.
Jika terbukti melakukan korupsi, ia dapat didenda hingga S$100.000 atau sekitar 1 miliar Rupiah atau menghadapi hukuman tujuh tahun penjara.
Tidak ada tanggapan segera terhadap email yang meminta komentar dari kantor Ong. Taipan properti itu juga ditangkap pada bulan Juli sebagai bagian dari penyelidikan korupsi. Ong belum didakwa.
Kasus ini telah mencengkeram Singapura, pusat keuangan utama Asia yang membanggakan pemerintahannya yang bersih dan jarang terpengaruh oleh korupsi dan skandal yang melibatkan para pemimpin politik.
Pada tahun 2022, Transparency International menempatkan negara kota ini sebagai negara kelima yang paling tidak korup dalam Indeks Persepsi Korupsi Internasional dari 180 negara.
Iswaran bergabung dengan kabinet Perdana Menteri Lee Hsien Loong Lee sebagai menteri junior pada tahun 2006 dan memegang portofolio perdagangan dan komunikasi sebelum menjadi menteri transportasi pada Mei 2021.
Baca Juga: Warga Batam Berbondong-bondong ke Singapura Demi Daftarkan IMEI iPhone, Antrean Sampai Membludak
Kasus korupsi terakhir yang melibatkan seorang menteri terjadi pada tahun 1986 ketika menteri pembangunan nasional diperiksa karena diduga menerima suap. Menteri meninggal sebelum dia dapat didakwa di pengadilan.
Singapura akan menyelenggarakan pemilu pada tahun 2025. Pada bulan Agustus, Lee mengakui Partai Aksi Rakyat (PAP) yang dipimpinnya telah menerima pukulan telak atas penyelidikan korupsi dan pengunduran diri dua anggota parlemen senior PAP karena “terlibat kasus”.
Partai tersebut juga akan melakukan transisi kepemimpinan dengan Lee berjanji untuk menyerahkan tongkat estafet kepada penggantinya, Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong pada bulan November.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
