Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 April 2022, 18.45 WIB

Ukraina Pertanyakan Peran DK PBB

MEMBARA: Warga berlarian dekat bangunan di Severodonetsk, Ukraina, setelah terkena serangan Rusia kemarin. (AFP) - Image

MEMBARA: Warga berlarian dekat bangunan di Severodonetsk, Ukraina, setelah terkena serangan Rusia kemarin. (AFP)

JawaPos.com - "Hadirin sekalian, apakah Anda siap menutup PBB?" Sepenggal pertanyaan itu dilontarkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato virtualnya di Dewan Keamanan (DK) PBB Selasa (5/4). Sejak menjabat sebagai orang nomor satu Ukraina, itu adalah kali pertamanya berpidato di hadapan lembaga yang memastikan keamanan dan perdamaian internasional tersebut.

Zelensky merasa bahwa DK PBB tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Itu karena rasa aman tidak mereka berikan ke Ukraina ketika Rusia menyerang. Dia juga tidak yakin bahwa kejahatan perang yang dilakukan pasukan Rusia bakal diproses oleh lembaga tersebut. Itu karena Kremlin adalah anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto.

’’Di mana keamanan yang seharusnya dijamin oleh DK PBB?’’ tanya Zelensky seperti dikutip oleh NPR. Dia menyerukan agar DK PBB melakukan reformasi internal agar Rusia bisa dimintai pertanggung jawaban.

Pidato tersebut berlangsung sehari setelah Zelensky berkunjung langsung ke Bucha, Kiev Oblast dan melihat langsung kebrutalan di wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Rusia tersebut. Menurut Zelensky, Rusia telah melakukan semua kejahatan perang. Mereka membunuh perempuan, anak-anak, memperkosa dan melakukan berbagai kebrutalan lainnya.

Di Bucha, pasukan Rusia seakan menjadikan warga sipil sebagai target. Banyak jenazah yang tewas dengan posisi seperti dieksekusi. Tangan mereka diikat ke belakang dan ditembak dari jarak dekat. ’’Tindakan tentara Rusia tidak ada bedanya dengan kelompok teroris seperti Daesh (ISIS, Red),’’ tegas Zelensky.

Bucha tentu saja bukan yang pertama dan terakhir. Jejak kengerian imbas perang terjadi di berbagai kota yang telah dibebaskan Ukraina dari pendudukan Rusia. Salah satunya adalah Konotop, Sumy Oblast. Kepala Komando Pertahanan Regional Sumy Dmitro Zhyvytsky mengungkapkan mereka menemukan tiga jenazah yang memiliki tanda-tanda disiksa sebelum tewas. Beberapa jenazah lain ditemukan di jalanan dan juga rumah penduduk.

’’Penyidik kepolisian berada di lokasi kejadian utnuk mengumpulkan bukti guna mendukung dakwaan kemungkinan kejahatan perang,’’ tegasnya seperti dikutip Kiev Post.

Di tiap-tiap kota yang pernah diduduki Rusia biasanya banyak coretan huruf V dengan ukuran besar di berbagai lokasi. V adalah singkatan dari Vostok yang artinya Timur. Itu adalah simbol yang dipakai oleh Distrik Militer Timur Rusia.

Photo

JAGA-JAGA: Seorang ibu menulis nama orang tua, sang anak, dan nomor kontak di punggung sang anak. (TWITTER)

Beberapa jenazah tentara Rusia juga bergeletakan di Konotop dan sekitarnya. Pasukan Rusia sepertinya tidak berkeinginan untuk mengambili jenazah tersebut dan menguburkannya dengan layak atau membawa mereka pulang sebelum meninggalkan Konotop.

Situasi serupa tampak pada kota dan desa di Chernihiv Oblast. Rusia meninggalkan wilayah tersebut di awal negosiasi dengan Ukraina yang diprakarsai Turki. Penduduk menyatakan bahwa tentara Rusia kerap mengolok-olok penduduk dengan pura-pura mengeksekusi mati mereka berulang kali. Padahal pelurunya ternyata ditembakkan ke tembok. Beberapa perempuan muda juga dilaporkan diculik dan tak diketahui keberadaannya.

’’Tentara Rusia telah melakukan kejahatan seksual terhadap perempuan dan lelaki Ukraina, termasuk pada lansia dan anak-anak,’’ ujar Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova seperti dikutip The Guardian.

Perang masih terjadi di berbagai wilayah Ukraina. Utamanya di kota-kota yang dekat dengan perbatasan Rusia. Komandan Pertahana Regional Mykolaiv mengungkapkan bahwa tentara Rusia menggunakan senjata klaster untuk membombardir tempat pemberhentian bus. Sebanya 9 orang tewas di lokasi dan 61 lainnya luka. Sebagian korban luka dalam kondisi kritis. Dalam konvensi Jenewa, bom klaster termasuk senjata terlarang. Namun dalam beberapa perang, ia masih digunakan. Salah satunya di perang Syria.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore