Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Maret 2022 | 23.02 WIB

Satelit Starlink Elon Musk untuk Bantu Ukraina jadi Target Rusia

Ilustrasi: Starlink, satelit internet berkecepatan tinggi milik Elon Musk yang kini membantu Ukraina. (SpaceX). - Image

Ilustrasi: Starlink, satelit internet berkecepatan tinggi milik Elon Musk yang kini membantu Ukraina. (SpaceX).

JawaPos.com - Perusahaan milik Elon Musk, SpaceX sebelumnya telah dipastikan hadir untuk membantu Ukraina melalui layanan satelit internet berkecepatan tinggi bernama Starlink. Terminal Starlink juga dilaporkan telah tiba di Ukraina sejak beberapa hari lalu dan dikonfirmasi oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov.

Bantuan Elon Musk lewat satelit Starlink memang sangat diperlukan mengingat ancaman penduduk negara Ukraina kehilangan akses ke internet setelah invasi Rusia yang berpotensi menjelma jadi perang siber atau cyberwar.

Akan tetapi, siapa sangka justru pihak Rusia saat ini berpotensi menyerang satelit Starlink bantuan Elon Musk. Salah satu orang terkaya di dunia itu disebut telah memihak dan disindir-sindir oleh pihak Rusia.

Musk melalui Twitter pribadinya mencuit agar SpaceX mengaktifkan layanan Starlink jika diperlukan saja dan menempatkan satelitnya jauh dari permukiman dan bila perlu bisa menghindari deteksi visual. Hal ini jelas merupakan bentuk kekhawatiran Musk terkait upaya Rusia yang bisa saja menyerang bantuannya.

"Peringatan penting: Starlink adalah satu-satunya sistem komunikasi non-Rusia yang masih berfungsi di beberapa bagian Ukraina, jadi kemungkinan menjadi sasaran tinggi. Harap gunakan dengan hati-hati," ujar Elon Musk di akun Twitter-nya.

Dikutip dari Reuters, cuitan tersebut muncul beberapa hari setelah seorang peneliti keamanan internet mengungkap potensi satelit komunikasi yang tidak berasal dari Rusia berpotensi menjadi sasaran serangan udara dalam masalah invasi Rusia ke Ukraina.

Setelah menyanggupi permintaan pemerintah Ukraina untuk bantuan akses internet lewat satelit, Starlink saat ini dilaporkan menjadi satelit yang cukup diandalkan untuk urusan komunikasi di Ukraina. Setelah menerima bantuan terminal Starlink, Fedorov mengatakan Ukraina masih membutuhkan generator untuk menjaga layanan Starlink agar tetap beroperasi karena serangan Rusia terhadap infrastruktur khususnya pasokan listrik berdampak besar.

Sebagai tanggapan, Elon Musk mengatakan SpaceX bakal memperbarui perangkat lunak untuk mengurangi konsumsi daya, sehingga Starlink bahkan dapat diaktifkan dari pemantik rokok mobil.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore