Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Januari 2024 | 05.05 WIB

Kisah Keajaiban Korban Selamat dari Reruntuhan Gempa Jepang Ditemukan Selamat di Antara Puing-Puing Rumah yang Hancur

Kendaraan yang terbakar dan puing-puing lainnya terlihat setelah kebakaran di kawasan perbelanjaan di Wajima di semenanjung Noto, menghadap Laut Jepang, barat laut Tokyo, Jumat (5/1/2024)./ - Image

Kendaraan yang terbakar dan puing-puing lainnya terlihat setelah kebakaran di kawasan perbelanjaan di Wajima di semenanjung Noto, menghadap Laut Jepang, barat laut Tokyo, Jumat (5/1/2024)./

JawaPos.com - Seorang perempuan berhasil dievakuasi dari reruntuhan 72 jam setelah rangkaian gempa hebat mulai mengguncang pesisir barat Jepang.

Meskipun upaya penyelamatan telah dilakukan, jumlah korban tewas pada Jumat meningkat setidaknya 94 orang, dan jumlah orang yang hilang berhasil dikurangi menjadi 222 setelah melonjak pada hari sebelumnya.

Seorang pria lanjut usia ditemukan hidup pada hari Rabu di reruntuhan sebuah rumah di Suzu, salah satu kota yang paling parah terdampak di Prefektur Ishikawa.

Suara putrinya memecah keheningan, berseru "Ayah, Ayah," ketika tim pemadam kebakaran dengan hati-hati mengevakuasinya menggunakan tandu, memberikan pujian karena mampu bertahan selama periode yang sulit setelah gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang terjadi pada hari Senin (1/1/2024).

Sementara itu, yang lain terpaksa menunggu sambil tim penyelamat mencari orang-orang yang mereka cintai.

Pejabat dari Prefektur Ishikawa melaporkan bahwa 55 korban tewas tercatat di Kota Wajima, sementara 23 lainnya berasal dari Suzu. Sisanya dilaporkan tersebar di lima kota tetangga yang juga terdampak.

Lebih dari 460 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dengan setidaknya 24 orang mengalami luka serius, demikian dilaporkan dari Abc news, Jumat (5/1).

Hasil penelitian dari Institut Gempa Bumi Universitas Tokyo mengungkapkan bahwa garis pantai berpasir di sepanjang pesisir barat Jepang mengalami pergeseran hingga mencapai 250 meter (820 kaki) ke arah laut di beberapa lokasi.

Guncangan gempa bumi itu menciptakan kobaran api yang meluas di kota Wajima, sekaligus memicu tsunami dan tanah longsor di wilayah tersebut.

Dengan beberapa jalur terputus karena kehancuran, kekhawatiran meningkat terhadap penduduk yang masih kesulitan mendapatkan pasokan air, makanan, selimut, dan obat-obatan.

Pada hari Jumat, Amerika Serikat mengumumkan bantuan senilai $100.000, melibatkan penyediaan selimut, air, dan persediaan medis, dengan janji akan memberikan bantuan lebih lanjut.

Shohei Ohtani, pemain liga utama Dodgers, juga turut menyatakan bantuan untuk wilayah Noto, meskipun jumlah bantuan yang diberikannya tidak diungkapkan.

Ribuan anggota tentara Jepang telah bergabung dalam upaya mencapai titik-titik yang paling parah di Semenanjung Noto, pusat gempa yang terhubung oleh jalur darat sempit ke seluruh pulau utama Honshu.

Para ahli memperingatkan tentang potensi penyakit dan bahkan kematian di pusat-pusat evakuasi yang saat ini menampung sekitar 34.000 orang yang kehilangan tempat tinggal, dengan mayoritas dari mereka berusia lanjut.

Seorang petani tiram bernama Masashi Tomari, yang berusia 67 tahun dan tinggal di kota Anamizu di Ishikawa, mengungkapkan kesulitan tidur di lantai dengan hanya satu selimut. Baru pada hari Kamis, tiga hari setelah gempa terjadi, dua kompor akhirnya tiba.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore