Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2023 | 13.25 WIB

Ketika Perang Membuat Rusia Makin Kaya, Negara Barat Justru Terpuruk

Jumlah jutawan Rusia meningkat sekitar 56.000 pada tahun lalu, menurut laporan terbaru UBS. (sumber: Poca Wander/Getty Images) - Image

Jumlah jutawan Rusia meningkat sekitar 56.000 pada tahun lalu, menurut laporan terbaru UBS. (sumber: Poca Wander/Getty Images)

JawaPos.com - Meskipun sedang terjadi perang di Ukraina dan tekanan ekonomi, penduduk Rusia justru mengalami peningkatan kekayaan sebesar $600 miliar pada tahun 2022, menurut Laporan Kekayaan Global UBS.

Jumlah jutawan dan individu dengan kekayaan di atas $50 juta juga meningkat signifikan. Sementara itu, Amerika Serikat mengalami penurunan kekayaan sebesar $5,9 triliun, dan gabungan Amerika Utara dan Eropa kehilangan total kekayaan mencapai $10,9 triliun, menurut laporan tersebut.

Konflik di Ukraina secara signifikan mempengaruhi perekonomian Rusia, meningkatkan harga-harga di dalam negeri, dan memaksa Moskov untuk mengalokasikan sepertiga anggarannya pada bidang pertahanan.

Selain itu, invasi Rusia ke Ukraina juga menyebabkan adanya pembatasan akses gas, minyak, dan komoditas, sehingga imbasnya terjadi kenaikan harga energi, komoditas, hingga pangan.

Meskipun jumlah jutawan di Amerika Serikat berkurang sebanyak 1 juta pada akhir 2022, negara ini masih mendominasi dengan menyumbang lebih dari 50% dari individu berkekayaan tinggi global.

Sementara itu, Rusia mengalami peningkatan kekayaan meskipun invasi ke Ukraina pada Februari yang memicu sanksi Barat dan dampak ekonomi negara, termasuk penurunan saham di bursa Mosko.

UBS mengakui bahwa “tren kekayaan di Rusia sulit ditentukan saat ini,” namun UBS menyorotinya sebagai salah satu dari segelintir negara yang menjadi lebih kaya pada tahun 2022.

Kenaikan harga minyak mungkin menjadi faktor di balik hal ini, karena ekspor minyak adalah pendorong utama ekonomi Rusia.

Meksiko, India, dan Brasil juga mencatat peningkatan kekayaan yang signifikan, sementara Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Kanada, dan Australia mengalami kerugian besar, demikian laporan UBS.

Lepas dari ha tersebut, untuk upaya perdamaian sendiri telah dilakukan beberapa upaya yang telah dilakukan antara Rusia dan Ukraina.

Pada tanggal 9 Maret 2022, sejumlah aktivis, anggota parlemen, dan organisasi anti-perang yang tergabung dalam Progresif Internasional menggelar acara diskusi virtual 'Forum untuk Perdamaian' untuk mengeskplorasi solusi bagi invasi Rusia ke Ukraina.

Selain itu, pada tanggal 6 Juni 2023, Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto mengusulkan tiga poin untuk mencapai perdamaian antara Rusia dan Ukraina, yaitu zona demiliterisasi, pengawasan PBB, dan referendum.

Namun, hingga saat ini, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung dan belum ada kesepakatan perdamaian yang dicapai.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore