
Seorang guru SD di Tiongkok yang memberikan nasihat anti-bullying kepada muridnya melalui sebuah perumpaan menggunakan mie instan dan batu. (South China Morning Post)
JawaPos.com – Seorang guru SD di Tiongkok mendapat pujian dari warganet atas kata-kata dan nasihat anti-bullying yang penuh semangat dan imajinatif saat mengajar di kelas.
Guru bernama Jian Dan tersebut, dikabarkan berasal dari Provinsi Liaoning di timur laut Tiongkok.
Ia menjadi viral dan diapresiasi warganet, usai memberikan nasihat pagi kepada sekelompok siswa Sekolah Dasar pada Rabu (29/11) lalu.
Postingan video kata-kata nasihatnya tersebut, sejauh ini telah mendapatkan 600 ribu suka di Douyin, platfrom media sosial video populer di Tiongkok.
Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (15/12), Jian menjelaskan bahwa ibu dari salah satu muridnya bercerita kepadanya jika putranya dibully oleh teman sekelasnya.
Ibu tersebut juga mengatakan bahwa pureanya terus diinjak dan pelaku yang membuli kerap meminjam penghapusnya tanpa dikembalikan.
Kemudian ditambahkan bahwa putranya sangat ketakutan, sehingga ia memegang penghapusnya sepanjang hari di sekolah.
Dalam upaya untuk mengatasi situasi ini, Jian memanggil salah seorang siswa di kelas untuk bermain permainan, dimana ia memintanya untuk meremas sebungkus mie instan, memukul sebuah apel, lalu meremas dan memukul batu.
Siswa itu dapat menghancurkan mie instan tersebut dengan mudah. Namun, ia tidak dapat menghancurkan batu itu tak peduli seberapa keras ia memukulnya.
“Jangan jadi mie instan yang renyah. Jadilah batu,” kata Jian kepada kelasnya.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang dibully harus kuat dan mampu melawan untuk menghentikannya, alih-alih menoleransi perilaku tersebut.
Perumpaan yang diajarkan oleh Jian mendapat tanggapan positif dari murid-muridnya dan komunitas online.
“Seorang guru bertanggung jawab tidak hanya menyebarkan ilmu, tapi juga membina masyarakat. Kau adalah guru yang hebat,” kata salah satu pengguna di Douyin.
“Anak-anak beruntung memiliki guru sepertimu,” sahut yang lain.
Jian menjelaskan kepada murid-muridnya bahwa semua teman sekelas mereka adalah harta berharga bagi orang tua mereka, dan mereka tidak boleh menindas siswa yang nilainya lebih rendah atau lebih lemah dari mereka, karena hal itu akan menyakiti dan menghancurkan hati orang tua mereka.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
