Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Desember 2023 | 21.36 WIB

'Jadilah Batu', Guru SD di Tiongkok Banjir Pujian Atas Nasihat Anti-Bullying untuk Muridnya

Seorang guru SD di Tiongkok yang memberikan nasihat anti-bullying kepada muridnya melalui sebuah perumpaan menggunakan mie instan dan batu. (South China Morning Post) - Image

Seorang guru SD di Tiongkok yang memberikan nasihat anti-bullying kepada muridnya melalui sebuah perumpaan menggunakan mie instan dan batu. (South China Morning Post)

JawaPos.com – Seorang guru SD di Tiongkok mendapat pujian dari warganet atas kata-kata dan nasihat anti-bullying yang penuh semangat dan imajinatif saat mengajar di kelas. 

Guru bernama Jian Dan tersebut, dikabarkan berasal dari Provinsi Liaoning di timur laut Tiongkok.

Ia menjadi viral dan diapresiasi warganet, usai memberikan nasihat pagi kepada sekelompok siswa Sekolah Dasar pada Rabu (29/11) lalu.

Postingan video kata-kata nasihatnya tersebut, sejauh ini telah mendapatkan 600 ribu suka di Douyin, platfrom media sosial video populer di Tiongkok

Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (15/12), Jian menjelaskan bahwa ibu dari salah satu muridnya bercerita kepadanya jika putranya dibully oleh teman sekelasnya.

Ibu tersebut juga mengatakan bahwa pureanya terus diinjak dan pelaku yang membuli kerap meminjam penghapusnya tanpa dikembalikan. 

Kemudian ditambahkan bahwa putranya sangat ketakutan, sehingga ia memegang penghapusnya sepanjang hari di sekolah. 

Dalam upaya untuk mengatasi situasi ini, Jian memanggil salah seorang siswa di kelas untuk bermain permainan, dimana ia memintanya untuk meremas sebungkus mie instan, memukul sebuah apel, lalu meremas dan memukul batu. 

Siswa itu dapat menghancurkan mie instan tersebut dengan mudah. Namun, ia tidak dapat menghancurkan batu itu tak peduli seberapa keras ia memukulnya. 

“Jangan jadi mie instan yang renyah. Jadilah batu,” kata Jian kepada kelasnya. 

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang dibully harus kuat dan mampu melawan untuk menghentikannya, alih-alih menoleransi perilaku tersebut. 

Perumpaan yang diajarkan oleh Jian mendapat tanggapan positif dari murid-muridnya dan komunitas online. 

 “Seorang guru bertanggung jawab tidak hanya menyebarkan ilmu, tapi juga membina masyarakat. Kau adalah guru yang hebat,” kata salah satu pengguna di Douyin. 

“Anak-anak beruntung memiliki guru sepertimu,” sahut yang lain. 

Jian menjelaskan kepada murid-muridnya bahwa semua teman sekelas mereka adalah harta berharga bagi orang tua mereka, dan mereka tidak boleh menindas siswa yang nilainya lebih rendah atau lebih lemah dari mereka, karena hal itu akan menyakiti dan menghancurkan hati orang tua mereka. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore