COP28 menginginkan negara-negara mengganti bahan bakar fosil./Reuters
JawaPos.com - Rancangan kesepakatan iklim PBB, COP28 pada hari Rabu (13/12) kemarin telah menyerukan agar dunia beralih dari bahan bakar fosil yang semakin menipis.
Ini dianggap menjadi upaya terakhir untuk memecahkan kebuntuan antara negara-negara yang menginginkan penghentian penggunaan minyak, gas dan batu bara serta produsen minyak mentah yang dipimpin oleh Arab Saudi.
Teks tersebut menyerukan untuk beralih dari bahan bakar fosil dalam sistem energi, dengan cara yang adil, teratur dan merata, mempercepat tindakan dalam dekade yang kritis ini, untuk mencapai titik nol pada tahun 2050 sesuai dengan sains.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (14/12), Meskipun dokumen tersebut tidak menyebutkan penghentian yang diminta oleh negara-negara Barat dan negara-negara kepulauan yang paling rentan terhadap naiknya permukaan laut dan badai tropis, namun rumusnya lebih kuat dibandingkan dengan draf sebelumnya yang ditolak mentah-mentah.
Para pemerintah tidak segera merespons hal tersebut namun tanggapan dari para aktivis iklim beragam.
Beberapa mengatakan ini merupakan langkah maju yang penting sementara lainnya kecewa karena tidak ada penyebutan penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap.
Baca Juga: Erick Thohir Hadir di Sesi COP28, Mangrove Disebut Ikut Berjasa dalam Mengendalikan Perubahan Iklim
Teks tersebut mengirimkan sinyal kuat bahwa para pemimpin dunia mengakui bahwa peralihan tajam dari bahan bakar fosil ke energi bersih dalam dekade kritis ini dan seterusnya yang selaras dengan sains, sangat penting untuk mencapai tujuan iklim kita, ujar Rachel Cleetus, Direktur kebijakan di Union of Concerned Scientist
Stephen Cornelius dari kelompok konservasi WWF menyuarakan kekecewaannya atas minusnya penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara menyeluruh, namun ia juga mengatakan bahwa draf kesepakatan ini akan menjadi momen yang penting.
Dilansir dari New York Times, meskipun tidak menggunakan istilah penghentian bahan bakar fosil rancangan ini mendukung upaya untuk mengurangi tenaga batu bara tanpa henti.
Ini berari batu bara dengan teknologi penangkap karbon untuk mengurangi emisi, yang dianggap oleh banyak aktivis lingkungan sebagai tidak terbukti, dapat terus berlanjut.
Dokumen ini juga menyerukan penghapusan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien yang tidak mengatasi kemiskinan energi atau transisi yang adil, sesegera mungkin.
Teks tersebut merupakan sinyal yang lebih kuat daripada teks rancangan sebelumnya. Namun hal ini membuka pintu bagi gangguan berbahaya seperti penangkapan karbon," kata Caroline Brouillete, Direktur eksekutif Climate Action Network Canada.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
