Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 00.16 WIB

Buntut Bentrok di Laut China Selatan, Filipina dan Tiongkok Saling Tuding

Sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok menembakkan meriam air terhadap kapal pasokan Filipina yang menuju ke Second Thomas Shoal di Laut Cina Selatan. - Image

Sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok menembakkan meriam air terhadap kapal pasokan Filipina yang menuju ke Second Thomas Shoal di Laut Cina Selatan.

JawaPos.com – Bentrokan kembali terjadi antara kapal milik Filipina dan Tiongkok di Laut China Selatan pada Sabtu (9/12). Bentrokan terjadi di wilayah perairan yang diperebutkan oleh kedua negara. Tepatnya berada di perairan dangkal Scarborough atau yang disebut “Bajo de Masinloc” merupakan zona ekonomi eksklusif (ZEE) dari Manila.

Dilansir dari Reuters, ketegangan terjadi ketika penjaga pantai Manila menuduh Beijing menembakkan meriam air dan menabrak kapal pasokan dan kapal penjaga pantai. Manila juga menuduh Beijing telah melakukan tindakan ilegal dan agresif terhadap kapal-kapal penangkap ikan pemerintah.

Aksi tersebut diklaim telah menyebabkan kerusakan mesin yang serius pada salah satu kapal.

Juru bicara penjaga pantai Filipina Jay Tarriela memposting di platform media sosial X bahwa Kapal Kalayaan mengalami kerusakan mesin yang serius. Satuan tugas Manila juga mengutuk tindakan pemaksaan dan manuver berbahaya terbaru yang tidak beralasan yang dilakukan Beijing terhadap misi pasokan yang sah dan rutin.

“Tindakan Tiongkok mempertanyakan dan meragukan ketulusan seruan mereka untuk melakukan dialog damai," ujar satuan tugas Manila.

Satuan Tugas Nasional Laut Filipina Barat mengatakan kapal penjaga pantai BRP Cabra mengalami kerusakan pada tiang kapalnya setelah menjadi sasaran langsung meriam air berkekuatan penuh.

Sementara itu pihak Tiongkok menuding Manila atas insiden yang terjadi pada Sabtu tersebut. Penjaga pantai Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa dua kapal Filipina mengabaikan peringatan berulang kali. Dan, telah secara ilegal memasuki perairan yang berdekatan dengan Terumbu Karang Ren’ai di Kepulauan Nansha tanpa izin dari pemerintah Tiongkok.

Dikatakan bahwa Unaizah Mae 1 tiba-tiba berbelok secara tidak profesional dan berbahaya, dengan sengaja menabrak kapal Penjaga Pantai Tiongkok 21556. Penjaga pantai Tiongkok juga mengatakan bahwa kapal Filipina dengan sengaja menabrak kapalnya.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Filipina, MaryKay Carlson menulis di X bahwa agresi Tiongkok merusak stabilitas regional dan bertentangan dengan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore