
Konvoi Bantuan dari PBB yang tiba di Jalur Gaza.
JawaPos.com-Angkatan Bersenjata Yaman mengeluarkan sebuah pernyataan peringatan bahwa pihaknya akan mencegat semua kapal, dari negara manapun asalnya, yang akan menuju Israel jika Gaza tidak menerima makanan dan obat-obatan.
Pernyataan itu dipublikasi juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree pada Sabtu (11/12) malam. ’’Jika Gaza tidak mendapat makanan dan obat-obatan yang diperlukan, semua kapal di Laut Merah yang menuju pelabuhan Israel, berasal dari negara manapun, akan menjadi target pasukan bersenjata kami,” tulis pernyataan tersebut, menurut Reuters.
Militer Yaman memperingatkan semua perusahaan ekspedisi agar tidak bekerja sama dengan rezim Israel, mengatakan bahwa larangan tersebut menyusul keberhasilan operasi Yaman untuk mencegah kapal-kapal Israel berlayar di Laut Arab dan Laut Merah.
Sejak perang di Gaza meletus pada 7 Oktober, militer Yaman telah meluncurkan sederet operasi terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel di Laut Merah.
Mereka juga melakukan serangan rudal dan drone terhadap posisi Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di wilayah yang terkepung tersebut. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
