Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 02.02 WIB

Puluhan Karyawan Gucci Lakukan Mogok Kerja Terkait Protes Relokasi Studio Desain ke Milan

Logo Gucci tampak di luar sebuah toko di Paris, Prancis. Sumber: Charles Platiau/REUTERS/ANTARA - Image

Logo Gucci tampak di luar sebuah toko di Paris, Prancis. Sumber: Charles Platiau/REUTERS/ANTARA

JawaPos.com - Sebanyak 50 karyawan rumah mode Gucci di Italia melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap rencana relokasi tim studio desain dari Roma ke Milan.

Menurut laporan The Guardian pada Senin (27/11), para karyawan Gucci menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan perusahaan yang dianggap sebagai redundansi massal yang terselubung.

Kering, sebagai perusahaan barang mewah yang berbasis di Prancis seperti Gucci, mengumumkan sebanyak 153 dari total 219 karyawan desain akan dipindahkan dari ibu kota Italia Roma ke Milan pada Oktober lalu.

Keputusan ini menjadi pukulan bagi para pekerja yang menilai langkah tersebut sebagai pemecatan kolektif.

Sebagai bentuk respons, para karyawan Gucci melakukan mogok kerja selama empat jam pada Senin (27/11).

Aksi ini menjadi yang pertama kali dilakukan oleh para profesional kreatif dalam sejarah Gucci yang mencapai 102 tahun.

Baca Juga: Disney Tunda Perilisan 'Deadpool 3' Pasca Aksi Mogok Kerja SAG-AFTRA di Amerika Serikat

Dilansir dari ANTARA pada Rabu (29/11), Chiara Giannotti perwakilan serikat pekerja menegaskan bahwa kantor desain di Roma adalah jantungnya Gucci, di mana tempat desainer dan penjahit bekerja, dan tempat semua koleksi Gucci dilahirkan.

Dia juga mengklaim bahwa Kering memanfaatkan restrukturisasi ini untuk mengurangi jumlah staf Gucci dan mengeluarkan karyawan yang tidak dapat memenuhi kondisi relokasi atau tidak bisa meninggalkan Roma karena kewajiban keluarga.

Menanggapi situasi ini, Federica Ricci sekretaris regional serikat Filctem-Cgil di wilayah Lazio menyatakan bahwa pemecatan kolektif yang sedang terjadi karena tidak semua karyawan ditawari kondisi yang dimungkinkan untuk transfer.

“Sehingga banyak orang akan kehilangan pekerjaan,” kata Federica Ricci.

Serikat pekerja menyerukan agar perusahaan mempertimbangkan kembali keputusannya, memperhatikan kondisi individu karyawan yang beragam, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan keluarga yang sulit dipindahkan ke kota lain dalam waktu singkat.

 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore