Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 November 2023 | 16.40 WIB

Negara Arab dan Uni Eropa Setuju Atas Gagasan Solusi Dua Negara Bagi Israel dan Palestina

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Josep Borrell dan para menteri dalam KTT Uni Eropa untuk Mediterania di Barcelona / sumber: reuters.com - Image

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Josep Borrell dan para menteri dalam KTT Uni Eropa untuk Mediterania di Barcelona / sumber: reuters.com

JawaPos.com – Negara Arab dan Uni Eropa sepakat bahwa solusi dua negara adalah jawaban untuk konflik Israel-Palestina.

Dalam pertemuan di Barcelona pada Senin (27/11), Spanyol, Josep Borrell, kepala urusan luar negeri Uni Eropa, menyatakan bahwa Otoritas Palestina seharusnya memerintah Gaza.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (28/11), semua anggota Uni Eropa dan hampir semua peserta pertemuan menyetujui perlunya solusi dua negara.

Otoritas Palestina diharapkan menggelar pemilu dan memperkuat perannya sebagai solusi yang layak bagi pemerintahan masa depan di Gaza untuk menghindari kevakuman kekuasaan.

Gencatan senjata empat hari yang diberlakukan saat ini adalah jeda pertama dalam perang Israel-Hamas selama tujuh pekan sejak kelompok perlawanan Palestina menyerang Israel pada Sabtu (7/10).

Menurut Israel, serangan tersebut mengakibatkan kematian 1.200 warga dan penyanderaan 240 orang lainnya.

Di sisi lain, Palestina melaporkan bahwa serangan balasan Israel telah menewaskan sekitar 14.800 warganya.

Hamas menyatakan keinginan untuk memperpanjang gencatan senjata saat ini, namun Hamas diharuskan melepaskan 10 sandera pada Selasa (28/11) sebagai syarat perpanjangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, menegaskan bahwa rakyat Palestina harus memiliki hak untuk menentukan siapa yang memerintah mereka.

Ia juga menekankan bahwa pembicaraan mengenai pemerintahan Gaza setelah perang harus difokuskan pada Tepi Barat dan Gaza sebagai satu kesatuan.

Solusi dua negara akan memungkinkan berdirinya negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang berdampingan dengan Israel.

Menlu Palestina, Riyad Al Maliki, menyatakan bahwa Otoritas Palestina yang kehilangan kendali atas Jalur Gaza dalam perebutan kekuasaan dengan Hamas pada 2007, tidak perlu kembali ke Gaza.

Ia mengatakan bahwa Qatar, Mesir, AS, dan Uni Eropa sedang berusaha memperpanjang gencatan senjata.

Ia memperingatkan bahwa jika gencatan senjata tidak diperpanjang, angka kematian di Gaza dapat menjadi dua kali lipat, karena penduduk berkumpul di bagian selatan wilayah Palestina.

Maliki berharap dukungan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan suara tegas yang dapat didengar di seluruh dunia.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore