Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 November 2023 | 14.09 WIB

Korea Utara Berencana Menambah Kekuatan Militer di Perbatasan, Abaikan Perjanjian dengan Korea Selatan

Satelit Malligyong-1 yang Berhasil Diluncurkan oleh Lembaga Antariksa Korea Utara pada Selasa (21/11) Malam / Sumber : Korean Central News Agency / AP - Image

Satelit Malligyong-1 yang Berhasil Diluncurkan oleh Lembaga Antariksa Korea Utara pada Selasa (21/11) Malam / Sumber : Korean Central News Agency / AP

JawaPos.com – Korea Utara secara resmi umumkan bahwa mereka tidak akan mematuhi resolusi damai dengan Korea Selatan, yang ditandatangani pada 2018 lalu.

Mengutip The Japan Times, Jumat (24/11), Menteri Pertahanan Korea Utara mengatakan mereka akan mengirim pasukan ke wilayah-wilayah perbatasan antar kedua negara.

Selain itu, Korea Utara berencana untuk mengirim peralatan militer dengan teknologi yang lebih canggih ke wilayah tersebut.

Peluncuran Satelit Mata-Mata Jadi Sebab

Mengutip Al Jazeera, negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut, sukses meluncurkan satelit pengintai ke orbit.

Satelit yang diberi nama Malligyong-1 tersebut diluncurkan di area peluncuran satelit Sohae pada Selasa (21/11) malam.

National Agency Aerospace Technology Administration (NAATA) mengatakan bahwa mereka akan terus menambah satelit-satelit lain yang difungsikan sebagai satelit pengintai.

Peluncuran satelit tersebut mendapat tentangan dari Korea Selatan, Amerika, dan Jepang. Tiga negara tersebut menganggap tindakan itu melanggar hukum PBB.

Selain itu, mengutip The Korean Herald, pemerintah Korea Selatan Langsung mengambil keputusan untuk menghapus aturan zona larangan terbang

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan mereka akan memasang kembali berbagai macam sistem pengamanan di wilayah perbatasan antara kedua negara.

“kami akan kembali memasang berbagai sistem keamanan di perbatasan sebab tindakan Korea Utara kali ini membahayakan keamanan nasional,” ujar Heo Tae-keun, Wakil Menteri Kebijakan Pertahanan Nasional di Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Langgar Perjanjian yang Telah Dibuat

Keputusan Pemerintah Korea Utara untuk mengirim pasukan yang lebih banyak ke zona demiliterisasi dinilai melanggar perjanjian.

Mengutip Al Jazeera, perjanjian tersebut diberlakukan sejak 1 November 2018 sebagai tindak lanjut dari pertemuan inter-Korea di Pyongyang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore