
Asap mengepul setelah serangan Israel di dekat Rumah Sakit Indonesia.
JawaPos.com - Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza pada Senin (20/11). Sekitar 700 orang termasuk staf medis dan orang-orang di dalam Rumah Sakit Indonesia di Gaza mengalami luka. Berikut fakta-faktanya.
1. Tank-tank Israel beroperasi kurang dari 200 meter dari rumah sakit
Dilansir dari Al Jazeera, tank-tank Israel mengepung rumah sakit di Gaza utara, setelah tembakan artileri menewaskan sedikitnya 12 orang Palestina di dalam kompleks tersebut. Sebuah rudal menghantam lantai dua Rumah Sakit Indonesia, menewaskan sedikitnya 12 orang, menurut seorang pekerja medis di dalam fasilitas tersebut dan Kementerian Kesehatan Gaza.
Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa situasinya sangat buruk.
"Staf Rumah Sakit Indonesia bersikeras bahwa mereka akan tetap tinggal untuk merawat yang terluka. Ada sekitar 700 orang, termasuk staf medis dan korban luka-luka, di dalam rumah sakit," katanya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah kehilangan kontak dengan tiga relawan Indonesia di rumah sakit tersebut yang merupakan bagian dari kelompok yang mendirikan fasilitas tersebut pada tahun 2016 dengan dana dari negara.
Marwan Abdallah, seorang pekerja medis di Rumah Sakit Indonesia, mengatakan bahwa tank-tank Israel beroperasi kurang dari 200 meter dari rumah sakit, dan penembak jitu Israel dapat terlihat di atap-atap bangunan di dekatnya. Seorang pekerja medis lainnya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penembakan sangat intens dan tidak pandang bulu di gedung rumah sakit, di pintu masuk dan di jendela.
Menurut petugas medis tersebut, semua orang di rumah sakit telah berkumpul di tengah-tengah bangunan utama.
2. Letak Rumah Sakit Indonesia
Rumah Sakit Indonesia terletak di Beit Lahiya, sebuah kota berpenduduk sekitar 90.000 jiwa di utara Gaza. Rumah sakit ini berdiri di atas tanah seluas 16.000 meter persegi yang disumbangkan oleh pemerintah Gaza pada tahun 2011.
Rumah sakit ini telah menampung ratusan pengungsi yang mencari perlindungan di sana. Rumah sakit ini juga dekat dengan kamp pengungsi Jabalia.
Daerah di sekitar rumah sakit telah diserang beberapa kali oleh pasukan Israel, dengan setidaknya dua warga sipil terbunuh dalam serangan tersebut antara 7 Oktober dan 28 Oktober, menurut Human Rights Watch.
Rumah sakit ini menghabiskan biaya pembangunan hampir USD 8 juta. Pembangunan rumah sakit ini didanai oleh sumbangan dari warga negara Indonesia bersama dengan berbagai organisasi termasuk Palang Merah Indonesia dan Muhammadiyah, salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia.
3. Israel tuding Hamas gunakan rumah sakit
Israel telah lama menuduh Hamas menggunakan rumah sakit dan tempat-tempat sipil lainnya untuk mendirikan pos komando dan menyembunyikan senjata. Tentara Israel sebelumnya mengatakan bahwa mereka yakin Rumah Sakit Indonesia dibangun di atas sistem terowongan Hamas, dalam tuduhan yang sama dengan yang dilontarkan Israel terhadap Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
