Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 November 2023 | 20.23 WIB

Perusahaan Hongkong dan Proyek Visi Saudi 2030 Jalin Kerja Sama dengan Nominal Mencapai Rp781,99 Miliar

Neom adalah proyek inovasi Visi Saudi 2030. (neom.com) - Image

Neom adalah proyek inovasi Visi Saudi 2030. (neom.com)

JawaPos.com - Perusahaan video game asal Hong Kong, Animoca Brands mendapatkan pendanaan sebesar USD50 juta atau sekitar Rp 781,99 miliar dari Neom Company.

Neon Company adalah sebuah proyek kota pintar di Arab Saudi yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik, menggandeng Animoca Brands guna membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Dikutip JawaPos.com dari SCMP, keduanya menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan teknologi Web3 guna mendukung rencana Visi Saudi 2030.

Neom adalah salah satu dari beberapa proyek utama yang diumumkan Animoca hari Senin (6/11).

Separuh dari pendanaan tersebut berasal dari penerbitan surat utang konversi dan sisanya berasal dari saham yang dibeli di pasar sekunder.

Kemitraan yang terjalin akan membuat kedua perusahaan bekerja sama dalam membangun layanan Web3 dan ‘memelihara ekosistem Web3 lokal’ dengan mendatangkan anak perusahaan, mitra, dan investor Animoca.

“Kami merasa terhormat dan senang bisa bekerja sama dan menerima investasi dari Neom, salah satu proyek paling ambisius di dunia yang berupaya menggunakan inovasi dan teknologi untuk mendefinisikan kembali cara kita hidup, bekerja, dan bermain,” kata co-founder Animoca Brands, Yat Siu dalam sebuah pernyataan.

Proyek Neom diumumkan pada tahun 2017 dengan tujuan mengubah wilayah seluas 26.500 km persegi di barat laut Arab Saudi menjadi pusat perdagangan teknologi tinggi yang didukung oleh energi ramah lingkungan.

Neom belum memberikan rincian apapun tentang visinya untuk mengintegrasikan teknologi Web3 seperti blockchain, tetapi postingan perusahaan pada bulan Agustus menyatakan bahwa mereka sedang mencari ‘ahli metaverse’ yang berpengalaman.

Animoca adalah salah satu perusahaan Web3 terkemuka di Hong Kong dan terkenal dengan permainan dan blockchain.

Kemitraannya dengan Neom terjadi ketika Arab Saudi berupaya menarik lebih banyak investasi terkait teknologi.

Upaya tersebut dilakukan berdasarkan rencana Visi Saudi 2030, yang diumumkan pada tahun 2016 sebagai upaya untuk mendiversifikasi perekonomian negara yang bergantung pada minyak.

Pihak kerajaan sangat tertarik untuk menerima investasi baru dari Tiongkok, mitra dagang terbesarnya, yang terdiri dari Hong Kong, Makau, dan sembilan kota besar di provinsi Guangdong.

Pada bulan Juli, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Al-Swaha menyatakan bahwa negaranya ingin memperkuat hubungan dengan Hong Kong sebagai jembatan ke Tiongkok daratan.

Invest Saudi, sebuah merek yang diawasi oleh Kementerian Investasi Arab Saudi juga mempertimbangkan untuk membuka kantor di GBA untuk menambah kantor yang sudah lebih dulu ada di Beijing.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore