
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden (tidak dalam gambar) di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023.
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa Israel akan mempertimbangkan 'tactical little pause', atau jeda pertempuran untuk memfasilitasi pendistribusian bantuan serta keluarnya para sandera di Jalur Gaza, namun tetap menolak seruan gencatan senjata meskipun tekanan Internasional meningkat.
Setelah mengepung Kota Gaza, pasukan Israel katakan pihaknya telah merebut kompleks militan Hamas, dan bersiap untuk menyerang para pejuang Hamas yang bersembunyi di terowongan bawah tanah.
Baik Israel maupun Hamas telah menolak seruan untuk gencatan senjata dan menghentikan perang. Israel mengatakan para sandera harus dibebaskan terlebih dahulu, sementara Hamas mengatakan pihaknya tidak akan membebaskan sandera atau menghentikan perang saat Gaza dibombardir.
Serangan Israel masih terus berlanjut. Menurut laporan dari Reuters yang dilansir JawaPos.com, setidaknya 23 warga Palestina tewas dalam dua serangan udara pada Selasa (7/11) pagi, di kota Khan Younis dan Rafah di Gaza selatan.
Sejak serangan mendadak Hamas di Israel Selatan pada 7 Oktober silam, Israel telah membombardir Kota Gaza dalam serangannya yang menewaskan lebih dari 10.000 warga Palestina, termasuk 4.104 di antaranya adalah anak-anak, dilansir oleh JawaPos.com dari Reuters pada Selasa (7/11).
Dilansir dari Reuters, Netanyahu mengatakan gencatan senjata secara umum akan menghambat upaya perang negaranya. Namun, menghentikan sementara karena alasan jeda kemanusiaan adalah solusi yang dipertimbangkan berdasarkan keadaan, dan gagasan itu didukung oleh sekutu utama Israel, yaitu Amerika Serikat.
"Selama jeda pertempuran - satu jam di sini, dan satu jam di sana - kita sudah pernah mengalami sebelumnya. Saya kira kita akan memeriksa kedaan agar bantuan kemanusiaan bisa masuk, atau para sandera kita, sandera individu, bisa pergi," ucap Netanyahu kepada ABC News pada Senin (6/11), dilansir oleh JawaPos.com dari Reuters.
"Tetapi menurut saya tidak akan ada gencatan senjata secara umum,” tambahnya.
Menurut laporan Reuters, Presiden AS, Joe Biden, melakukan diskusi dengan Netanyahu terkait kemungkinan jeda kemanusiaan dan pembebasan sandera, melalui panggilan telefon pada Senin (6/11).
Amerika Serikat menegaskan kembali dukungannya kepada Israel, sambil menekankan bahwa Israel harus melindungi warga sipil, kata Gedung Putih.
Seperti halnya Israel, AS khawatir kelompok militan Hamas akan memanfaatkan momen gencatan senjata untuk berkumpul kembali. Netanyahu juga menyampaikan komitmennya ketika konflik usai.
“Untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, Israel akan memikul tanggung jawab keamanan secara keseluruhan (di Gaza), karena kita telah melihat apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tanggung jawab tersebut,” ucapnya dilansir dari Reuters.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, kembali menyerukan gencatan senjata pada hari Senin (6/11), dengan mengatakan kepada reporter bahwa Kota Gaza saat ini menjadi “kuburan anak-anak”.
Guterres juga mengatakan bahwa serangan Israel terus meningkat dan tidak ada tempat aman saat ini. Ia juga berpendapat, bahwa Hamas dan kelompok militan lainnya menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dan meluncurkan rudal ke arah Israel tanpa memperdulikan yang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
