Logo JawaPos

RS Indonesia di Gaza Terancam Dibom Israel

GENOSIDA BELUM BERAKHIR: Asap membubung saat militer Israel membombardir Jalur Gaza kemarin. Lebih dari 10 ribu warga Palestina meninggal akibat serangan brutal sejak 7 Oktober lalu. - Image

GENOSIDA BELUM BERAKHIR: Asap membubung saat militer Israel membombardir Jalur Gaza kemarin. Lebih dari 10 ribu warga Palestina meninggal akibat serangan brutal sejak 7 Oktober lalu.

MER-C Bantah Ada Bunker Solar untuk Suplai Hamas

JawaPos.com – Israel terus membabi buta menyerang Gaza, Palestina. Gedung-gedung yang menjadi tempat berlindung para pengungsi dibombardir. Beberapa rumah sakit (RS) juga menjadi sasaran roket. Terbaru, RS Indonesia yang berada di utara Gaza ikut terancam.

Israel menuding RS tersebut menyuplai solar untuk para pejuang Hamas. Namun, tuduhan itu langsung dibantah oleh tim relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

Ketua Presidium MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad menuturkan, RS Indonesia memang memiliki bunker penyimpanan solar. Namun, solar tersebut untuk menyuplai kebutuhan tiga genset milik RS Indonesia. Sarbini balik menuduh Israel melakukan kebohongan publik. ’’Kami membantah, kami membangun RS Indonesia dengan profesional sesuai kebutuhan masyarakat Gaza,’’ paparnya.

RS Indonesia menempati lahan seluas 16.261 meter persegi. Lahan tersebut berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Sedangkan dana pembangunan RS seluruhnya berasal dari donasi rakyat Indonesia melalui MER-C. Hal itulah yang menyebabkan rumah sakit tersebut dinamakan RS Indonesia. RS itu kini menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat Gaza Utara. ”Di sekitar RS Indonesia itu memang sudah diserang Israel,’’ terangnya.

Sarbini menduga, tudingan itu sengaja diembuskan untuk alasan pembenar jika militer Israel menyerang RS Indonesia. ”Kami minta masyarakat internasional melindungi RS sesuai undang-undang yang berlaku. RS dilarang untuk diserang,’’ ujarnya. Bila RS Indonesia tetap diserang, masyarakat Indonesia akan marah. ”Kami semua mengecam kalau serangan dilakukan ke RS,’’ tegasnya.

Sementara itu, Presidium Divisi Konstruksi Faried Thalieb mengatakan, awalnya ada dua genset yang digunakan bergantian saat kondisi darurat atau tanpa listrik. Kini terdapat tiga genset yang disuplai solar yang disimpan di bawah tanah. ”Pemilihan penyimpanan solar bawah tanah ini untuk keamanan dan estetika,’’ urainya.

Korban Jiwa Tembus 10 Ribu Orang

Jordania mengirimkan bantuan pasokan medis darurat ke rumah sakit lapangan di Jalur Gaza. Pengiriman bukan lewat jalur darat. Melainkan dengan sistem penerjun udara atau airdrop. Bantuan tersebut dijatuhkan dari udara di lokasi yang sudah ditentukan dengan menggunakan parasut. Rumah sakit itu dikelola Jordania sejak 2009.

”Personel angkatan udara kami yang tak kenal takut mengirimkan bantuan medis darurat ke rumah sakit lapangan Jordania di Gaza pada tengah malam. Ini adalah tugas kita untuk membantu saudara-saudari kita yang terluka dalam perang di Gaza,” bunyi unggahan Raja Jordania Abdullah II kemarin (6/11) di media sosial X seperti dikutip Al Jazeera.

Total korban jiwa di Jalur Gaza sudah mencapai 10.022 orang. Setidaknya 88 staf Badan Pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) tewas. Itu merupakan korban jiwa staf PBB tertinggi dalam satu area konflik. Presiden AS beberapa waktu lalu sempat mempertanyakan keakuratan angka kematian yang dirilis Kementerian Kesehatan Hamas tersebut. Namun, WHO menegaskan bahwa angka itu bisa dipercaya. (idr/lyn/syn/wan/sha/c6/c9/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore