Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 23.10 WIB

Pelaku Hoaks Penculikan Supermom Menangis di Depan Mantan Suami saat Sidang Kasus Perceraian

Sherri Papini menginginkan bagian dari pembayaran asuransi yang diterima mantan suaminya. - Image

Sherri Papini menginginkan bagian dari pembayaran asuransi yang diterima mantan suaminya.

JawaPos.com - Sherri Papini, seorang wanita asal California yang memalsukan penculikan dirinya sendiri untuk bisa pergi bersama dengan mantan kekasihnya, terisak-isak di pengadilan minggu lalu. Sherri Papini berargumen bahwa dirinya berhak mendapatkan bagian yang adil, dari uang miliknya dan mantan suaminya yang didapatkan saat mereka menjadi pasangan.

Ibu berusia 41 tahun ini tampak murung dan menyeka air matanya, saat ia bersaksi dalam perjuangannya untuk mendapatkan bagian dari pembayaran asuransi yang diterima mantan suaminya, Keith. Asuransi didapatkan setelah kebakaran hutan, yang menghanguskan sebagian besar wilayah Shasta County, California pada bulan Oktober 2021.

Dikutip dari ABC News, dia mengklaim bahwa Keith mengendalikan semua keuangan, dan tidak meninggalkannya dengan apa-apa untuk dirinya. Meskipun Papini membayar bagiannya dari biaya keluarga sebelum memalsukan penculikannya sendiri pada tahun 2016.

Namun, pria yang berusia 39 ini mengklaim bahwa semua dana tersebut telah digunakan untuk biaya hidup, dan tunjangan sebesar USD 500 per bulan untuk ibunya saat ia dan kedua anaknya tinggal bersamanya. Keith juga berargumen dalam berkas pengadilan, bahwa Sherri memiliki hutang kartu kredit yang tidak dapat dilunasi.

Sebuah pernyataan yang disertakan dalam dokumen pengadilan menunjukkan, bahwa Sherri menghabiskan USD 571,72 untuk sebuah Airbnb di Montague, California. Berbelanja senilai USD 254,79 di Walmart, menghabiskan USD 3,200 di Best Buy, dan membayar dua tagihan senilai USD 149,08 dan USD 218,53 di Kohl's, demikian yang dikutip dari Daily Mail. Biaya lainnya termasuk pembayaran ke Amazon, termasuk Prime.

Sidang tersebut diadakan hanya beberapa minggu, setelah ibu dua anak ini tidak hadir dalam sidang sebelumnya ketika pengacaranya mengatakan bahwa dia mengalami kesulitan untuk menghubungi Sherri. Keith juga mengklaim bahwa tim kuasa hukumnya menolak untuk berbicara dengannya, karena ia meminta hak asuh penuh atas kedua anak mereka. Dia memiliki hak asuh sementara atas anak-anaknya, selama proses perceraian terus bergulir.

Keith telah mengajukan gugatan cerai pada April 2022, hanya beberapa hari setelah Sherri mengaku bersalah atas skema penculikan.

Jaksa penuntut mengatakan Papini mulai merencanakan hoaks penculikan untuk kembali dengan mantannya, James Reyes sekitar bulan Desember 2015 dan menginstruksikannya untuk mendapatkan ponsel prabayar.

Pada 2 November 2016, Papini mengirim pesan kepada Reyes dan menyuruhnya untuk menjemputnya dari jalan setapak dimana dia mengaku sedang lari pagi. Papini muncul kembali tiga minggu kemudian pada hari Thanksgiving di dekat Woodland, mengenakan rantai di pinggang dan lengannya. Dia mengatakan kepada polisi bahwa dua wanita Hispanik (keturunan Amerika Latin), menculiknya dengan todongan senjata.

Kebohongannya terbongkar setelah para penyelidik menemukan DNA-nya pada sepotong pakaian yang mengarah pada mantan pacarnya, yang mengantarnya ke Woodland ketika dia memutuskan untuk muncul kembali.

Dikutip dari New York Post, Papini ditangkap pada Maret 2022, setelah lebih dari lima tahun setelah menghilang, dan dibebaskan dari penjara akhir bulan lalu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore